Connect with us

METROPOLITAN

Badak Betina “Jual Mahal”, Satu Faktor Lambatnya Perkembangan Populasi Badak Jawa

Published

on

Banten Hits – Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus Desmarest, 1822), spesies paling langka di antara lima spesies badak yang ada di dunia kini diambang kepunahan. Badak Jawa masuk dalam Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

Badak yang diklasifikasikan sebagai jenis satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah RI No 7 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar di Indonesia tersebut, kini hanya berjumlah 57 Ekor.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Mohammad Haryono dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, Jalan Syeikh Nawawi Al Bantani, Selasa (7/6/2015) mengatakan, pengawasan terhadap hewan langka tersebut selama tahun 2014, tercatat ada 57 individu badak dengan rasio 31 Jantan, dan 26 Betina.

BACA :  Banten Indie Clothing Tuai Kritik: Kegiatan Komersial tak Patut Digelar di Area Cagar Budaya

Itu berarti sex rasionya tidak seimbang, karena idealnya adalah 1 Pejantan banding 4 Betina. Itupun, di Ujung Kulon dari 31 Pejantan, satu pejantan masih dalam kategori anak-anak yang belum siap membuahi.

“Belum lagi, betina Badak Jawa sangat pemilih dalam proses perkawinan, seringkali ketika didekati pejantan, betinanya menolak, malah berkelahi. Selain itu, jika perkawinan terjadi umumnya badak yang lahir adalah pejantan pula, jarang sekali melahirkan betina, itulah faktor-faktor penyebab lambatnya perkembangan populasi,” jelasnya.(Rus)



Terpopuler