Connect with us

METROPOLITAN

Atut Resmi Diberhentikan, Mendagri Undang Sejumlah Pejabat Terkait

Published

on

Banten Hits – Menyusul dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden Nomor 63/P tahun 2015 tentang pemberhentian Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mengundang sejumlah perjabat terkait di Provinsi Banten. Undangan dari Mendagri tersebut salah satunya diterima Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah.

Asep mengaku, kendati belum menerima SK yang dimaksud, namun ia bersama sejumlah pejabat Banten akan berangkat ke Jakarta besok, Kamis (30/7/2015).

“Kalau SK pemberhentian belum saya terima, tetapi rencananya besok kami menghadap Mendagri bersama Sekda, dan Sekwan terkait SK itu,” ungkap Asep kepada wartawan, Rabu (29/7).

Selain dirinya dan Sekda serta Sekwa, Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) juga dipinta hadir guna membahas hal tersebut. Menurutnya, pertemuannya nanti Kemendagri akan memberikan beberapa arahan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten definitif.

BACA :  Pecahkan Rekor Dunia, WASI Kibarkan Merah Putih Raksasa di Dasar Laut Manado

“Nanti dari arahan itu melalui Banmus (Badan Musyawarah) kita membuat jadwal paripurna pengunguman pemberhentian Atut,” jelasnya seraya menambahkan langkah kemudian adalah mengusulkan pelantikan Rano Karno yang rencananya akan dilantik di Istana Presiden.

Untuk diketahui, Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah divonis empat tahun penjara dan denda Rp500 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus suap sengketa Pilkada Lebak. Atut juga didenda Rp200 juta Rupiah. Namun, hukuman Atut justru diperberat menjadi 7 tahun setelah permohonan banding nya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) pada 15 Januari 2015 lalu. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler