Connect with us

METROPOLITAN

Bendung Pintu Air 10 Jebol, PDAM Merugi Rp400 Juta

Published

on

Banten Hits – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tita Benteng Kota Tangerang, mengaku, mengalami kerugian mencapai Rp400 Juta akibat jebolnya bendungan Pintu Air 10. Pasalnya, akibat jebolnya Bendung Pintu Air 10 sejak Selasa (27/7/15) lalu mengakibatakan terhentinya produksi air bersih.

Setiap harinya, PDAM memproduksi 32.000 meter kubik air untuk disalurkan kepada 27.000 pelanggan. Namun, akibat jebolnya pintu air PDAM kehilangan 64.000 meter kubik air.

“Jebolnya Pintu Air 10 jelas mengurangi debit air Cisadane sehingga air tidak masuk intake PDAM untuk diproduksi. Jadi dua hari itu kosong, kita rugi Rp400 juta,” kata Direktur PDAM TB, Suyanto, Kamis (30/7/2015).

Namun kata dia, persoalannya bukan pada kerugian materi, melainkan pelayanan kepada masyarakat di tengah musim kemarau seperti sekarang. Bukan hanya terhampat kepada rumah warga, pendistribusian air juga menghambat ke Bandara Soekarno-Hatta.

BACA :  Dugaan Alih Fungsi Lahan di Tangerang Utara Ancam Pasokan Beras Lokal

“Per hari kebutuhan air di Bandara sekitar 8.640 meter kubik. Distribusinya memang tetap berjalan tapi agak berkurang. Ini bisa menjadi masalah Internasional,” ungkap Suyanto.

Sejak kemarin, lanjut dia telah berupaya menyedot air baku dari Sungai Cisadane dengan menggunakan bantuan pompa dari Kementerian sebanyak tiga unit dan dari Dinas SDA sebanyak dua unit. Bantuan pompa tersebut diharapkan bisa kembali memproduksi 370 liter per detik.

“Sekarang normal, tapi ada beberapa wilayah yang jaraknya jauh masih tidak bisa disuplai seperti wilayah Benda dan Cipondoh. Solusinya, kita suplai dengan mengerahkan tiga mobil tangki PDAM dan tiga mobil tangki sewaan dari swasta,” paparnya. (Nda)

BACA :  Berkas Lengkap, Pengidap Depresi yang Dirantai di Gandasari Dibawa ke RSJ Grogol


Terpopuler