Connect with us

METROPOLITAN

Kekeringan, 20 Hektar Sawah Di Kasemen Dialiri Air Comberan

Published

on

Banten Hits – Sekurangnya 20 hektar sawah di Kecamatan Kasemen, Kota Serang terancam gagal panen karena kekeringan. Sejumlah petani terpaksa mengaliri sawah mereka dengan air comberan sebagai upaya untuk menyelamatkan tanaman padi mereka.

Wartawan Banten Hits Dian Sucitra berkeliling memantau pesawahan di kawasan tersebut, Kamis (30/7/2015). Didapati sejumlah kelompok tani sedang mencabuti padi yang menguning sebelum waktunya.

Sementara mereka yang sedikit lebih beruntung karena memiliki pompa air dan selang panjang, harus kreatif dengan situasi yang dihadapi. Mereka menyedot air comberan, dan mengairi sawahnya dengan air tersebut.

“Kalau sudah musim kering begini, mau bagaimana lagi, daripada padinya mati,” keluh Yudi, salah seorang petani kepada Banten Hits.

Menurutnya, jika padinya panen sekalipun, hasilnya tidak akan maksimal, ia yang biasa memanen sebanyak 8 ton perhektarnya, hanya akan memetik hasil 6 ton saja.

BACA :  Awas! Banyak Penipuan Modus Pencarian Kerja

“Di sebelah sana sudah mulai banyak yang kering, kayaknya bakal gagal panen,” ungkapnya sambil menunjuk ke pesawahan di selatan Kasemen.

Sementara budayawan Banten asal Kota Serang Al Farisi yang ditemui di tempat berbeda. Berpendapat bahwa Kasemen dan beberapa wilayah pesawahan di Kota dan Kabupaten Serang sebenarnya sudah memiliki saluran pengairan yang baik, karena kesultanan Banten mewariskan itu, namun barangkali tidak di mendapatkan perawatan yang serius.

“Saya perhatikan jaringan irigasi primernya sudah baik tapi mengalami pendangkalan,” ungkapnya.(Rus)



Terpopuler