Connect with us

METROPOLITAN

Keluarga Miskin Korban Ledakan Balon Gas Tak Punya Kartu Lebak Sehat

Published

on

Banten Hits – Sudah hampir lima hari Ali Sopyan (20) terbaring di ruang Anggur RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Pemuda malang yang tak memiliki pekerjaan tetap tersebut adalah korban tunggal dari sebuah balon gas yang tiba-tiba saja meledak di sebuah kebun di Kampung Nanggung, Desa Giri Jagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak pada Jum’at (24/7/2015).

Saat dilarikan ke RSUD oleh keluarganya, kondisi Ali sangat memprihatinkan. Ali mengalami luka serius di hampir sekujur tubuhnya, terutama pada bagian wajah. Ironisnya, ledakan dari balon gas tersebut membuat mata sebelah kiri Ali terancam tak lagi bisa melihat.

Selama hampir lima hari berada di Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak tersebut, sudah jutaan rupiah yang keluarganya keluarkan guna pengobatan Ali. Keterbatasan ekonomi, ditambah lagi Ali yang hanya berkerja sebagai kuli serabutan membuat pihak keluarga semakin bingung untuk menopang biaya pengobatan dan lain-lain.

BACA :  Terduga Pelaku Bom di Mall @Alam Sutera Merakit Bom di Kamar Tidur

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kekurangan. Keluarga memang tidak tau kalau di ruang kelas II ini ternyata harus bayar. Sampai sekarang sudah hampir empat juta rupiah biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga,” kata Amunk salah seorang kerabat Ali kepada Banten Hits, Rabu (29/7/2015).

Saat ditanya apakah Ali tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan atau tercover dari program unggulan Lebak Sehat Pemkab Lebak, Amunk, mengatakan bahwa tak satupun yang dimiliki Ali.

“Satupun enggak ada yang dipunya. Saya juga heran, padahal dari keluarga yang tidak mampu tapi tidak punya kartu Lebak Sehat dan Jamkesmas,” keluhnya.

Terkait dengan kondisi mata sebelah kiri Ali yang terancam mengalami kebutaan permanen, Amunk mengaku, pihak RSUD, menganjurkan agar Ali dibawa ke RS Cipto Jakarta. Namun, ia mengatakan bahwa saat ini tengah berupaya untuk bisa mengurus segala administrasi agar Ali bisa memperoleh kepesertaan BPJS.

BACA :  Kemendikbud Akan Jadikan Festival Seni Multatuli Agenda Tahunan

“Keluarga bukan tidak mau pak, tapi kondisi keungannya gimana? Untuk biaya yang empat juta saja keluarga sudah kebingungan dari mana. Ini kita coba mau urus BPJS nya,” tutur Amunk.

Sementara itu, Kades Giri Jagabaya, Jaya Ganda, mengatakan, Ali sempat mempunyai kartu Jamkesmas namun hilang.

“Dia pernah punya dulu Jamkesmas tapi katanya hilang. Saya udah urus kemarin termasuk meminta rekom Camat dan Polsek. Bahkan, Pak Kapolda mengamanatkan ke Pak Kapolres agar korban dibebaskan dari biaya pengobatan,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.(Rus)



Terpopuler