Connect with us

METROPOLITAN

Tak Mampu Bayar Biaya Registrasi Ulang, Dua Siswi Kembar di Lebak Ini Nyaris Tak Dapat Ruang Kelas

Published

on

Banten Hits – Sulastri (17)-Sumiyati (17), dua saudari kembar yang bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, nyaris tak bisa mendapatkan ruang kelas di tahun ajaran baru ini.

Pasalnya, kedua siswi tersebut belum mampu membayar biaya registrasi ulang yang dipatok pihak sekolah sebesar Rp273 ribu per siswa. Biaya registrasi ulang tersebut meliputi biaya administrasi registrasi, asuransi, LKS dan biaya SPP pada bulan Juli 2015.

Kepada Banten Hits, kedua siswi puteri pasangan Titi dan Encep Tatang ini mengaku, pihak sekolah membuka proses registrasi ulang dari mulai tanggal 4-11 Juli 2015. Namun, lantaran kedua orang tuanya belum bisa menyediakan uang tersebut keduanya tak bisa membayarkan kepada pihak sekolah.

BACA :  Satu Tahun Ormas Gabsi, Peduli Warga dan Berkontribusi ke Pemda

“Uang nya belum punya, Pak,” kata Sulastri kepada Banten Hits saat ditemui di rumahnya, di Kampung Jahe Bojong RT 02 RW 05, Desa Marga Jaya, Kecamatan Cimarga, Kamis (30/7/2015) malam.

Sulastri mengatakan, registrasi ulang mulai dibuka sejak tanggal 4 sampai 11 Juli 2015. Saat itu tak sedikit kawan-kawannya yang hanya membawa uang Rp50-100 ribu namun tetap tak bisa melakukan proses registrasi.

“Mungkin kalau teman-teman lain waktu itu langsung bisa ngelunasin. Kita mikirnya yang bawa uang Rp100 ribu aja enggak bisa apalagi kita yang enggak bawa uang sama sekali,” tuturnya.

Sumiyati menambahkan, lantaran tak juga bisa membayar biaya registrasi tersebut, ia dan saudari kembarnya nyaris tak mendapatkan ruang kelas.

BACA :  Ini Alasan Pengendara Xenia Kabur dari Hadangan Petugas

“Awalnya kita belum tau kita akan masuk ke ruang mana karena kita belum dapat info. Tapi, pas hari Rabu kemarin kita akhirnya dikabarin sama guru kalau kita sudah dikasih ruang kelas,” ujarnya.

Keduanya mengaku, sebelum ada kepastian dari pihak sekolah tentang ruang kelas tersebut merasa malu lantaran belum membayar biaya registrasi tersebut.

“Tadinya mau enggak masuk-masuk sekolah soalnya malu dan ditagih. Lagipula mau masuk ke ruang mana kita juga belum tau. Tapi pas guru ngasih kabar kita lega dan guru itu bilang supaya kita tetap masuk. Tapi kalau soal biaya registrasi itu kita belum tau,” urainya.

Keduanya berharap, pihak sekolah bisa benar-benar memberikan keringanan biaya lantaran memang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Belum lagi tunggakan uang gedung yang masih Rp.650 ribu per orangnya.

BACA :  Hujan Deras, Tiga Rumah di Cilograng Lebak Rusak Tergerus Longsor

“Buat sehari-hari aja orang tua kami sudah susah Pak, apalagi ditambah untuk ngebiayain empat orang adik kami. Ayah cuma jualan siomay dan ibu enggak kerja apa-apa. Kami berharap, Pemerintah bisa ngeringanin, syukur-syukur bisa ngebabasin biaya sekolah kami karena kami bener-bener pengen sekolah sampai setinggi-tingginya,” papar keduanya.(Rus)



Terpopuler