Connect with us

METROPOLITAN

Ada Perlawanan Dari Kubu Atut, Rapat Paripurna Pemberhentian Atut Memanas

Published

on

Banten Hits – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten di Gedung DPRD Banten, Jalan Syeikh Nawawi Al Bantani, yang salah satu agendanya pengumuman pemberhentian Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten, Kamis (6/8/2015) berlangsung panas. Terjadi hujan interupsi dan adu argumen antaranggota dewan.

Wartawan Banten Hits Dian Sucitra melaporkan, selain soal pemberhentian Atut, rapat tersebut juga membahas dua agenda lainnya; yaitu, Penetapan Keputusan DPRD usul pengangkatan wakil gubernur Banten menjadi gubernur Banten, dan Penetapan keputusan DPRD usul pemberhentian wakil gubernur Banten.

Rapat awalnya berjalan dalam suasana tenang sampai datang interupsi dari sekretaris Fraksi Partai Golkar Fitron Nur Ikhsan yang meminta penjelasan mengenai proses awal hingga rapat paripurna tersebut digelar, Fitron memaparkan berbagai argumen.

BACA :  Dump Truck Berlogo JB Amblas di Jalan Raya Cibaliung-Cikeusik

Dari argumen tersebut, terjadi adu argumen dari sejumlah anggota dewan yang cukup menegangkan, para jurnalis foto dan video yang awalnya duduk manis menyaksikan jalannya sidang bergegas menghidupkan kamera dan menangkap setiap momen adu argumen yang berlangsung hingga kurang lebih 43 menit.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo memastikan, Surat Keputusan (SK) soal pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno menjadi gubernur Banten definitif, sudah diserahkan ke pemerintah setempat.

Pernyataan itu diungkapkan Tjahyo saat ditemui seusai kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lapangan Sunburts BSD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (1/8/2015). Menurut Tjahyo, SK tersebut harus ditindaklanjuti melalui keputusan dari DPRD setempat atau Provinsi Banten. 

BACA :  Kepergok Warga Nyuri Kambing, Pria Ini Digiring ke Mapolsek Kronjo

(BACA JUGA : SK Pengangkatan Rano Karno Diserahkan, Mendagri Minta DPRD Banten Cepat Menindaklanjuti)

“Sudah diserahkan, sudah beres. Tinggal DPRD setempat saja yang menindaklanjutinya. Lebih baik dipercepat daripada ditunda,” tegasnya.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler