Connect with us

METROPOLITAN

Pengamat UIN Sebut Pungli Tiga Dinas di Tangsel Selama Airin Menjabat Sudah Meresahkan

Published

on

FOTO AIRIN TANPA JILBAB SAMA RATU ATUT DAN WAWAN

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat masih belum berjilbab bersama suaminya yang kini dipenjara, Tubagus Caheri Wardana dan kakaknya yang juga dipenjara, Ratu Atut Chosiyah. (FOTO: Repro dari koleksi RM Famili Sakato)

Banten Hits – Praktik pungutan liar tiga dinas di Tangsel selama Airin Rachmi Diany memimpin, yakni dinas kesehatan, pendidikan, dan perijinan sudah pada tahap meresahkan masyarakat. Pungli tersebut belum ada tindakan tegas hingga lima tahun kepemimpinan Airin Rachmi Diany.

Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, kepada wartawan di Tangerang, Senin (10/8/2015).

“Kalau melihat kinerja sejak awal (kepemimpinan) hingga kini, pembangunan belum terlihat sangat progress dan masih sangat rendah,” ujarnya.

Menurut Zaki Mubarak, penciptaan Good Government masih tak terlihat dan menjadi pekerjaan rumah utama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel saat ini. Bahkan, kasus korupsi di Kota Tangerang Selatan yang melibatkan beberapa pejabat pun belum ada perbaikan. Terakhir, Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan telah dipenjara hingga menyeret nama Wali Kota Tangerang Selatan.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak penegak hukum menelusuri kesaksian Dadang M.Epid, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Selasa (4/8/2015) lalu.

Dadang M. Epid, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini jadi terdakwa kasus korupsi proyek alat kesehatan dan fisik RSUD serta Puskesmas Tangsel tahun 2010-2012, mengungkapkan bagaiamana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan bersama isterinya Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany selalu menghadiri rapat dinas di empat SKPD di Tangsel.

(BACA JUGA : Dadang M.Epid Sebut Wawan dan Airin Sering Hadir Bersama dalam Rapat Dinas)

Koordinator ICW Ade Irawan mengatakan, pihaknya curiga dengan keterlibatan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, sebagai pemimpin pemerintahan formal di Tangsel, dalam penentuan proyek tersebut. Karena, Wawan sendiri merupakan bukan orang pemerintahan namun memiliki akses ke pemerintahan.(Rus)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending