Connect with us

METROPOLITAN

Perluasan Jalan Siliwangi Tangsel Dituding Serobot Lahan Warga

Published

on

Banten Hits – Warga Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terdampak proyek perluasan Jalan Siliwangi, menuding pelaksana proyek perluasan telah menyerobot lahan milik warga.

“Bagaimana mungkin, tanah yang sudah diukur dan diberikan tanda pilok merah lebar 8 meter namun mereka mengerjakan lebih dari ukuran itu. Tentu kami masyarakat kecewa dengan sikap itu,” kata perwakilan masyarakat Jalan Siliwangi, Tangsel Ahmad Matin (31).

Ahmad Matin menjelaskan, dirinya memiliki luas tanah 23,5 meter berlokasi di RT 1 RW 1, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Dari lebar tanah 8 meter itu, yang dibayarkan pemerintah hanya 7 meter. Sedangkan 1 meter tidak dibayar dengan alasan untuk saluran air. 

BACA :  Terlibat Korupsi Pengadaan Bibit Kakao, Sekmat Sajira Akan Diberhentikan Sementara

Menurut Ahmad Matin, aturan awal terkait penggantian lahan warga itu sudah disetujui oleh warga. namun, belakangan pihak ketiga membuat aturan main sendiri.

“Pihak ketiga yang mengerjakan jalan, melakukan pelebaran menjorok sekitar satu meter. Tentunya ini sangat tidak adil bagi kami masyarakat. Untuk itu kami mengharapkan Pemkot Tangsel jangan tutup mata dan tidak melihat persoalan ini,” papar Ahmad Matin.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengaku, Pemkot Tangsel hanya akan meneruskan keberatan warga jika warga yang merasa dirugikan datang ke Pemkot Tangsel membawa bukti tanahnya diserobot. Pernyataan Airin itu disampaikan seusai rapat koordinasi dengan Bina Marga Provinsi Banten di Kantor Wali Kota Tangsel di Kecamatan Pamulang, Senin (10/8/2015).(Rus)

BACA :  Komnas HAM Terus Gali Fakta



Terpopuler