Connect with us

METROPOLITAN

Pengungkapan Korupsi Pengadaan Buku di Tangsel Terus Bergulir

Published

on

Banten Hits – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa terus melakukan penyelidikan kasus pengadaan buku lingkungan hidup di Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun anggaran 2013 senilai Rp 3,5 miliar.

(BACA JUGA : Proyek Pengadaan Buku Rp 3,5 M di Tangsel Disidik Kejari) 

“Sudah ada sepuluh orang yang kita periksa, di antaranya ada pejabat di Kota Tangsel,” ujar Kasi Intel Kejari Tigaraksa, Hadiyanto saat dihubungi Banten Hits melalui telepon genggamnya, Rabu (12/8/2015).

Hadi menambahkan, pada pekan depan pihaknya akan kembali memeriksa pihak penerbit buku dan kontraktor buku tersebut.

“Minggu depan kita akan panggil pihak penerbit dan kontraktornya,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh Banten Hits di internal Kejari Tangerang menyebutkan, dalam proyek tersebut Kejari Tigaraksa mengendus adanya praktik plagiasi yang dilakukan oleh penerbit rekanan Dinas Pendidikan Kota Tangsel. Akibat plagiasi itu, negara dirugikan Rp 1,7 miliar.

BACA :  Jalan Penghubung Tangerang-Jakarta Barat Putus Terendam Banjir

Selain adanya kerugian negara, proyek tersebut diduga tidak melalui proses lelang sebagaimana mestinya. Kuat dugaan, kasus tersebut melibatkan oknum di Dinas Pendidikan Tangsel bersama rekanan yang mengerjakan.

Kasi Intel Kejari Tigaraska Hadiyanto mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah. Selain dia, Sekretaris Dindik Tangsel bersama pihak penerbit juga akan segera diperiksa.

(BACA JUGA : Jaksa Panggil Kadisdik Tangsel terkait Plagiasi pada Pengadaan Buku)

Pemeriksaan kepada pihak-pihak itu, kata Hadiyanto, dilakukan untuk mencari tahu otak pelaku dibalik kasus plagiasi yang diduga telah merugikan negara.

Dugaan plagiasi dalam kasus pengadaan buku senilai Rp 3,5 miliar di Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terungkap oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten.

BACA :  Ajak Warga Lebak Gunakan Beras Ciberang, DPRD Minta Pemkab Evaluasi Hal-hal Ini

(BACA JUGA : Plagiasi pada Pengadaan Buku di Tangsel Terungkap BPK)

Temuan BPK itu ditindaklanjuti Kejari Tangerang. Kasi Intel Kejari Tangerang Hadiyanto, memandang telah ada yang ganjil dalam pengadaan buku itu. Untuk itu, pihaknya melakukan telaah dan kajian kasus tersebut untuk mencari kebenaran.

Terkait temuan BPK, Pemkot Tangsel kembali mendapatkan raport merah mengenai pengelolaan keuangan daerah dari BPK Perwakilan Provinsi Banten setelah mendapatkan hasil Wajar Dengan Pengacualian (WDP).

(BACA JUGA : Tangsel Dapat Raport Merah Berturut-turut dari BPK)

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2014 Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten dilakukan di Auditorium BPK RI Perwakilan Provinsi Banten, Jalan Syekh Nawawi, Kecamatan Palima, Serang, Kamis (28/5/2015).(Rus)

BACA :  Ini yang Dialami Istri Guru Agama yang Ditangkap Polisi karena Sebar Isu PKI



Terpopuler