Connect with us

METROPOLITAN

KPK Limpahkan Berkas Anak Buah Wawan ke Pengadilan Tipikor Serang

Published

on

FOTO RATU ATUT SAMA WAWAN DAN AIRIN TANPA JILBAB

Tb Chaeri Wardana alias Wawan, Ratu Atut, dan Airin Rachmi Diany berkumpul seusai kampanye bebebrapa waktu lalu. (FOTO: koleksi RM Famili Sakato)

Banten Hits – Komisi Pemberantasan Korupsi telah melimpahkan berkas Dadang Prijatna, anak buah Tb. Chaeri Wardana alias Wawan tersangka korupsi sarana dan prasarana puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012 senilai Rp 34 miliar.

Dadang Prijatna adalah Manajer Operasional PT Bali Pasific Pragama, sebuah perusahaan yang dimiliki Tb. Chaeri Wardana, terpidana korupsi yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany.

Menurut Panitera Muda (Panmud) Tipikor PN Serang, Anton Praharta, dengan dilimpahkannya berkas Dadang Prijatna, maka Pengadilan Tipikor Serang akan segera menyidangkan perkara tersebut.

BACA :  Empat Proyek PT Buana Wardana Utama Tahun 2012 Bermasalah

“Berkas sudah diterima penyidik yang datang berjumlah empat orang dari KPK melimpahkan berkas atas nama Dadang Prijatna. Ada satu berkas yang dilimpahkan, untuk barang bukti ada di KPK,” kata Panitera Muda (Panmud) Tipikor PN Serang, Anton Praharta. Kamis (13/8/2015)

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, satu berkas yang dilimpahkan penyidik tersebut dinilai cukup serta tidak terdapat kekurangan.

Setelah dinyatakan lengkap, dalam waktu dekat pihak pengadilan akan menyusun jadwal sidang termasuk berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Serang mengenai siapa yang akan ditugaskan terkait majelis hakim yang ditunjuk menangani perkara tersebut.

Dalam berkas yang dilimpahkan penyidik KPK, bahwa anggaran alat pengadaan alkes diterbitkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), suami Airin Rahmi Diany, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan membagikan kertas berisi daftar proyek-proyek berikut dengan nama-nama orang yang menjadi pelaksana pekerjaan tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Dadang M Epid, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mamak Jamaksari, panitia lelang M. Ilham Bisri, dan Ahmad Basury.

BACA :  Pakai Headset saat HP Dicas, Remaja di Tobat Balaraja Ditemukan Tewas

Kemudian wawan meminta kepada kepala dinas agar proyek alat kesehatan agar dimenangkan oleh perusahaan yang telah disiapkan oleh anak buahnya Dadang Prijatna selaku orang kepercayaannya.

Dalam berkas tersebut, perbuatan Dadang Prijtana telah melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara, dan disangka telah melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, terdakwa Mantan Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Dadang M Epid sudah terlebih dahulu menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Serang, dan sudah dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Tigaraksa, Rabu (12/8/2015).

(BACA JUGA : Dituntut Lima Tahun Penjara, Dadang M.Epid Melawan)

BACA :  Program Dikritik Bupati, DKP Pandeglang Ungkap Pola Makan Masyarakat Belum Bergizi Seimbang

Terdakwa Dadang M.Epid menyatakan keberatan atas tuntutan tersebut dan akan mengajukan pledoi. Penasehat hukum terdakwa, Philipus Tarigan yang ditanya wartawan usai sidang mengatakan, penuntut umum tidak membuktikan dakwaan primer.

Dadang M. Epid, juga mengungkapkan dalam kesaksiannya, bagaiamana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan bersama isterinya Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany selalu menghadiri rapat dinas di empat SKPD di Tangsel.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler