Connect with us

METROPOLITAN

Studi Banding Anggota DPRD Dituding Akal-akalan

Published

on

Banten Hits – Rencana Komisi I dan komisi III DPRD Kabupaten Pandeglang yang melakukan studi banding dan kunjungan kerja (Kunker) ke Bali dan Medan selama tiga hari dari 19-21 Agustus 2015 mendatang, mendapatkan kritikan.

Ketua Peka Publik Law, Bambang Ferdiansyah dan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banten Yogi Iskandar, mempertanyakan rencana studi banding tersebut.

Bambang Ferdiansyah mengatakan, studi banding yang dilakukan oleh anggota Komisi I dan III DPRD Pandeglang ke Bali dan Medan dipastikan dibebankan kepada APBD. Berkaca pada beberapa kali studi banding yang digelar tanpa hasil, maka Bambang menilai DPRD Pandeglang hanya akal-akalan.

“Jelas kami menilai dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang signifikan dari hasil studi banding mereka (anggota DPRD), apalagi studi bandingnya ke Bali. Mereka hanya ingin jalan-jalan bukan studi banding,” tegas Bambang Kepada Banten Hits, Rabu (19/8/2015).

BACA :  Pembunuhan di Kelapa Dua Dilatarbelakangi Masalah Utang Batu Bacan

Lelaki yang akrab disapa Bengbeng ini menyebut, anggota DPRD Pandeglang yang hendak studi banding, tak perlu ke Bali yang makan biaya tinggi, namun cukup ke kota dan kabupaten di Banten yang sudah bagus dalam bidang pemerintahannya.

Senada dengan Bambang, Yogi Iskandar mengatakan, anggota DPRD yang melakukan studi banding memang ada aturannya. Namun menurutnya, studi banding akan menjadi hal sia-sia jika uang rakyat yang dipakai tidak menghasilkan apa-apa.

“Seharusnya dewan dapat merumuskan bersama pemerintah meningkatkan ekonomi yang bersifat peningkatan kesejahteraan. Bukan studi banding yang tidak ada bekasnya untuk kepentingan rakyat,” ucapnya.(Rus)



Terpopuler