Connect with us

METROPOLITAN

Bertemu Presiden, Uday Suhada Minta Korupsi di Tangsel dan Banten Diusut Tuntas

Published

on

Banten Hits – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemui 12 elemen masyarakat di Istana Merdeka, 12 Agustus 2015 lalu. Salah satu elemen masyarakat yang ditemuinya adalah aktivis antikorupsi Banten Uday Suhada. Lalu apa yang disampaikan lelaki asal Menes, Kabupaten Pandeglang tersebut?

Uday yang dihubungi wartawan Banten Hits Dian Sucitra melalui telepon genggamnya mengatakan, dalam kesempatan itu ia sampaikan kondisi Banten pasca ditahannya Atut Chosiyah, Jum’at (20/12/2013) lalu bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, yang tak lain suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany.

Sejumlah persoalan korupsi masih terkatung-katung di lingkungan kejaksaan hingga kini. Di antaranya perkara korupsi alat kesehatan Banten dan Kota Tangerang Selatan.

BACA :  Diperkosa Ayah Kandung, Remaja di Tangerang Hamil 7 Bulan

“Berdasarkan kesaksian terdakwa Kadinkes Tangsel, Airin mengetahui pengaturan proyek Alkes tersebut,” terangnya, Jum’at (21/8/2015).

Selain itu, soal kasus korupsi dana hibah tahun 2011 yang ia laporkan bersama ICW ke KPK, yang kemudian dilimpahkan ke kejaksaan. Seperti diketahui, baru Zaenal Muttaqien dan kawan-kawan yang sudah divonis terkait korupsi dana hibah ini. Padahal penerima hibah Rp 340 milyar itu, terdiri dari 221 lembaga, di antaranya ada nama Tatu Chasanah, Andhika Hazrumi, dan Ade Rosi.

“Oleh karena itu, saya memohon kepada Pak Presiden untuk memerintahkan Jaksa Agung agar segera menuntaskan kasus-kasus korupsi di Banten. Sebab menurut hemat saya, pangkal persoalan terpuruknya Provinsi Banten adalah masih lemahnya penegakan hukum, terutama kasus korupsi,” tegasnya.(Rus)

BACA :  Menhub Resmikan Gedung Kelaikudaraan dan Pengoperasian Udara

 



Terpopuler