Connect with us

METROPOLITAN

Krisis Air Bersih Melanda Pulomerak

Published

on

Banten Hits – Musim kemarau yang sudah berlangsung beberapa bulan ini, membuat sejumlah desa di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon mengalami krisis air bersih. Kampung terparah yang mengalami krisi air bersih di antaranya, Lingkungan Gunung Batur Satu dan Gunung Batur Dua.

Wartawan Banten Hits Iyus Lesmana melaporkan, di dua kampung itu, warga harus mencari air bersih yang bersumber dari Sungai Gedok dan Sungai Tengah dengan berjalan kaki berkilo-kilometer dari rumah mereka.  

Medan menuju ke sumber mata air yang diperoleh pun cukup sulit untuk dilalui. Warga harus naik turun ke sungai dengan memanggul puluhan liter air di pundak mereka.

Muna (20), salah seorang warga yang tinggal di Lingkungan Gunung Batur Dua, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, mengaku telah mengalami kesulitan air bersih sejak setelah Hari Lebaran lalu.

BACA :  Farewell Parade Sambut Kedatangan Kapolresta Tangerang yang Baru

“Sudah mulai (kekeringan) setelah Lebaran. Kita kesulitan mendapatkan air bersih. Tiap hari kita harus ngantre dari subuh untuk mendapat air di sungai ini,” katanya saat ditemui saat tengah mengangkut air di Sungai Gunung Batur Tengah untuk dibawa ke rumahnya, Selasa (25/8/2015).

Untuk mendapat tiga atau empat jerigen air sekira 20 liter, kata Muna, warga harus bolak-balik naik turun gunung dengan memanggul jerigen di pundak mereka. 

“Saya ngambil cuma satu jerigen, tapi warga biasanya bolak balik 3 atau 4 kali angkut air. Dan itu pun mereka harus antre lama untuk dapat air,” ucapnya.

Menurut Muna, kondisi bantuan air bersih yang dimiliki lingkungannya tidak berfungsi secara maksimal karena pipa yang mengalir dalam keadaan rusak.

BACA :  Pembangunan TPA di Dengung Lebak Rp 19 M Harus Rampung Akhir Tahun 2016

“Pipanya rusak. Makanya kita ke sini. Di sini pun kita ambil air untuk minum, mandi dan cuci. Kalaupun yang dari penampungan ada, itupun rasanya pahit dan tidak bisa diminum,” ungkapnya.(Rus)



Terpopuler