Connect with us

METROPOLITAN

PDAM Lebak: Pengolahan Air di IPA Pabuaran Turun 20 Liter Per Detik

Published

on

Banten Hits РPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lebak, mengaku, adanya pengurangan dalam pengolahan produksi air yang mencapai 20 liter per detik. Namun, penurunan pengolahan produksi air baku bagi 16 ribu pelanggan yang tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung dan Kalanganyar tersebut bukan terjadi karena kondisi air Sungai Ciujung yang mengalami penurunan tinggi muka air, melainkan  adanya kerusakan pada salah satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja di Pabuaran, Rangkasbitung.

Jika dalam kondisi normal, dari lima IPA di tempat tersebut mampu mengolah 170 liter air per detik, saat ini pengolahan menurun menjadi 120-140 liter per detiknya.

“Satu instalasi yang mengolah 50 liter per detik memang tengah mengalami kendala dan kondisi itu mempengaruhi pengolahan air,” kata Bagian Pengoperasian PDAM Lebak, Alan Susastra, kepada Banten Hits, Selasa (25/8/2015).

BACA :  Kota Tangerang Masih Belum Bebas Banjir

Alan mengatakan, kerusakan pada salah satu IPA tersebut dikarenakan oleh usia komponen instalasi yang sudah tergolong uzur jika dibandingkan dengan empat IPA lainnya, sehingga mempengaruhi pada saat berjalannya pengolahan air baku.

“Usianya memang sudah terbilang tua jadi perlu ada perbaikan. Kerusakan itu bisa terjadi karena faktor pengolahan, endapan lumpur atau pada bagian saringan. Kalau itu terus dipaksakan bisa berdampak kepada pengolahan air yang tidak sempurna,” jelasnya.

Menurutnya, pengolahan air baku menjadi air yang nantinya disalurkan kepada para pelanggan lebih mudah disaat musim kemarau. Pasalnya, saat musim kemarau NTU atau kadar kekeruhan air relatif lebih kecil ketimbang saat musim hujan.

Pada musim kemarau kekeruhan hanya sekitar 100, berbeda ketika musim hujan yang NTU nya mencapai 2.000 NTU. Salah satu penyumbang kekeruhan air kata dia adalah adalanya proses pencucian pasir.

BACA :  Delapan Kios Pedagang di Terminal Bayah Ludes Terbakar

“Sebenarnya, proses pengolahan air lebih mudah di musim kemarau ini daripada di musim hujan karena kekeruhan air biasanya relatif lebih tinggi. Tapi karena kondisi instalasinya yang memang perlu perbaikan jadi terjadi pengurangan debit,” paparnya.(Rus)



Terpopuler