Connect with us

METROPOLITAN

Tolak Pembangunan Megaproyek Gedung DPR, Mahasiswa Bakar Ban di Jl. Raya Sudirman Tangerang

Published

on

Banten Hits – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Tangerang, Selasa (25/8/2015), melakukan aksi ujuk rasa (unras) di Jalan Raya Sudirman, Kota Tangerang. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan Megaproyek gedung DPR RI.

 

Tak hanya berorasi menolak rencana tersebut, mahasiswa juga membakar ban bekas. Akibatnya, arus lalu lintas menju tol Kebon Nanas mengalami kemacetan panjang.

Kordinator aksi, Septian, mengatakan, pembangunan Megaproyek gedung DPR RI hanya menghamburkan anggaran negara dan meruigakan rakyat kecil.

“Lebih baik dana yang triliunan tersebut dialokasikan untuk infrastruktur pendidikan,” tegasnya.

Mahasiswa meminta Presiden Joko Widodo membatalkan rencana proyek Megaproyek tersebut.

“Kalau perlu, Presiden menurunkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah karena jika tidak kami bersama aliansi Mahasiswa lainya akan mendatangi gedung DPR RI dengan masa yang lebih besar,” serunya.

BACA :  88 Kasus Kebakaran di Kota Tangsel Terjadi Sepanjang 2018

Namun, aksi yang digelar mahasiswa langsung dibubarkan saat petugas Kepolisian dari Polsek dan Polres Metro Tangerang tiba di lokasi.

Untuk diketahui,Presiden Joko Widodo belum menyetujui pembangunan Kawasan Terpadu Parlemen yang terdiri atas tujuh bangunan di kompleks DPR dengan belum ditandatanganinya prasasti megaproyek tersebut.

Dalam pidato kenegaraannya, Jumat lalu, Jokowi menolak menandatangani prasasti simbol pembangunan tujuh proyek di kompleks parlemen. Padahal, dalam pembukaan rapat paripurna DPR masa sidang 2015-2016, Ketua DPR Setya Novanto telah meminta Presiden membubuhkan tanda tangannya.

DPR menggagas pembangunan museum, perpustakaan, pusat kunjungan parlemen, pusat kajian legislasi, dan ruang anggota Dewan. (Nda)



Terpopuler