Connect with us

METROPOLITAN

Pemkot Tangerang Ajukan RAPBD-P 2015 Rp4,18 Triliun

Published

on

Banten Hits – Pemerintah Kota Tangerang mengajukan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp4,18 Triliun. Jumlah tersebut bertambah sebesar Rp. 349,13 Miliar dari belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp3,83 Triliun.

“APBD Perubahan ini diajukan dalam rangka pemanfaatan Silpa, adanya perubahan target penerimaan pendapatan asli daerah dan penerimaan lain-lain pendapatan yang sah,”ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Selasa (8/9/15).

Pengajuan anggaran tersebut, kata dia, sebagai upaya untuk menunjang berbagai program Pemerintah Kota Tangerang di Tahun Anggaran 2015.

“Seperti Belanja Langsung (BL) dan Belanja Tidak Langsung (BTL). Diantaranya, belanja pegawai, urusan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, perencanaan pembangunan, perhubungan, lingkungan hidup, kependudukan dan catatan sipil,” beber Arief.

BACA :  Tim Dokkes Polres Serang Kota Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Anggota yang Ikut Operasi Lilin Kalimaya 2019

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan keluarga sejahtera, kepemudaan dan olahraga, sosial, Kebudayaan dan Pariwisata, Perpustakaan juga melalui APBD Perubahan.

“Itu semua untuk kegiatan fisik maupun non fisik,” ucapnya.

Penambahan anggaran dalam RAPBD Perubahan telah disesuaikan berdasarkan pada kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Misalnya saja, untul belanja pegawai yang diantaranya tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru.

Kemudian, pada pekerjaan umum. Saat ini OPD terkait tengah melakukan perbaikan jalan-jalan seperti jalan protokol, jalan industri, perbaikan drainase, pengerukan, serta jembatan.

“Perubahan itu semata-mata untuk mengakomodir dan memenuhi kebutuhan yang ada di tiap OPD sehingga output yang nantinya diberikan kepada masyarakat dapat dirasakan,” jelasnya.

BACA :  Ada 'Oleh-oleh' Beras 5 Kilogram, Vaksinasi di Modern Golf Diserbu Warga

Sementara itu, terkait dengan perubahan Perda nomor 2 tahun 2008 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang, menurut Arief, sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang telah terjadi dinamika pembangunan yang berskala nasional dan regional yang berdampak terhadap pembangunan serta perencanaan pembangunan daerah.

Perubahan tersebut, tentunya harus turut diikuti dengan penyempurnaan regulasi terkait perencanaan pembangunan serta serasi antar perencanaan pembangunan di tingkat nasional, regional dan lokal menjadi sebuah sistem perencanaan nasional yang terpadu dan menyeluruh.

“Kami ingin semuanya dapat terintegrasi dengan baik, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengendalian, evaluasi, pelaporan serta koordinasi dan penyediaan data dan informasi pembangunan sehingga diharapkan semakin mempermudah kami dalam bekerja dan melakukan yang terbaik untuk masyarakat dan kota ini,” paparnya. (Nda)

BACA :  Ada Gudang Pil Carnophen di Lebak Iti : Izin Pergudangan Akan Diperketat



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler