Connect with us

METROPOLITAN

Duh! Tak Datang di Muper Kumala, Pemkab Lebak Dianggap Alergi Mahasiswa

Published

on

Banten Hits – Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dibawah kepemimpinan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bisa dianggap alergi terhadap kegiatan dan gerakan mahasiswa. Hal tersebut menyusul tidak hadirnya Pemkab Lebak dalam kegiatan Musyawarah Perwakilan (Muper) VIII Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Rangkasbitung, Sabtu (12/9/2015).

Padahal, undangan resmi kepada Pemerintah Daerah sudah disampaikan sejak beberapa pekan sebelum pelaksanaan Muper. Dalam rilis yang diterima Banten Hits, tidak adanya kehadiran Pemkab Lebak ke acara tersebut turut disayangkan Kumala.

Namun, kendati tidak terlalu mempermasalahkan hadir atau tidaknya Pemerintah dalam acara tersebut, Ketua Koordinator Kumala, Lukmanul Hakim, mengaku, hal tersebut justru mengundang pertanyaan.

“Sebenarnya hadir atau tidak bukan jadi masalah dan tidak menghambat kepada kegiatan, tapi pertanyannya apa Pemkab Lebak alergi kepada kegiatan/gerakan mahasiswa,” tanya Lukman.

BACA :  PDP Asal Pulomerak Cilegon Meninggal; Usai Berpergian ke Zona Merah Covid-19  

Menurutnya, jika ketidakhadiran Pemkab Lebak lantaran ketidaksukaan atas kritik yang disampaikan elemen mahasiswa kepada Pemerintah, tentunya hal tersebut juga sangat disayangkan.

“Kritik kita kepada Pemerintah itu karena mengingatkan ketika sebuah kebijakan itu tidak pro rakyat, jangan malah kritikan itu dijadikan kebencian oleh Pemerintah,” katanya.

Lukman mengaku, ketika Pemerintah membuat kebijakan yang memang pro kepada rakyat, Kumala dipastikan akan menjadi garda terdepan memberikan dukungan dan apresiasi.

“Kita apresiasi kok saat kebijakan Pemerintah Daerah itu benar-benar pro rakyat,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala), Feri Hermawan, yang menilai Pemkab Lebak memang terlihat alergi. Hal tersebut dibuktikan, saat Kongres Imala tahun lalu yang juga tidak dihadiri perwakilan Pemerintah Daerah.

BACA :  Puluhan Ribu Kendaraan di Lebak Nunggak Pajak

“Sekarang ini memang seperti alergi kepada mahasiswa. Apa karena kritik-kritik kami lalu Pemerintah alergi? Kalau itu masalahnya, tentu sangat lucu,” katanya.

Namun Feri juga mengaku, kendati kegiatan tidak dihadiri Pemerintah bukan menjadi persoalan. Mahasiswa, kata dia tetap mempunyai kewajiban mengingatkan Pemerintah ketika kebijakan yang dikeluarkan salah.

“Dikritik dan diingatkan saja buktinya Pemkab tetap keukeuh membeli mobil bagi para pejabat dengan anggaran yang fantastis. Harusnya, Pemkab dalam hal ini yang terhormat Ibu Bupati Lebak menyadari bahwa kritik yang disampaikan itu bentuk kecintaan masyarakat, dan bernilai positif sebagai bahan evaluasi kinerjanya dan para jajaran di lingkungan Pemkab Lebak,” paparnya. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler