Connect with us

METROPOLITAN

Pemuda di Pandeglang Rebut Keperawanan Sang Pacar, Katanya Suka Sama Suka

Published

on

Banten Hits – Jalinan kasih antara Hani Jumhani dengan sang pacar sepertinya harus berakhir dibalik jeruji besi. Pemuda asal Kampung Cimanuk RT 03 RW 01, Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, tersebut tak lagi bisa merasakan indahnya masa-masa berpacaran dengan kekasihnya, ‘D’ (16).

Hubungan kasih keduanya harus berakhir setelah orang tua ‘D’ melaporkan pemuda yang akrab disapa Komeng tersebut kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Pandeglang. Hani dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan pencabulan puterinya.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Panji Firmansyah, mengatakan, dari keterangan pelaku, setelah korban diajak berjalan-jalan, pelaku kemudian membawa pacaranya ke sebuah toko matrial yang tak lain tempat Hani bekerja.

BACA :  Alhamdulillah! 6.734 Pasien COVID-19 di Kabupaten Serang Sembuh, Dinkes Beberkan Kondisi Kekinian BOR setiap RS

Di toko itulah, kata Panji, pelaku mengajak korban untuk berhubungan layaknya suami istri. Untuk membujuk korban agar mau menuruti keinginannya, pelaku mengiming-imingi bahwa akan menikahi korban.

“Dari keterangan korban dan pengakuan pelaku sendiri, tindakan itu sudah dilakukan sebanyak tiga kali,” ungkap Panji, kepada wartawan, Jumat (18/9/2015).

Setelah lama berselang, orang tua korban yang mengetahui tindakan yang dilakukan Hani kepada putrinya langsung melaporkan hal tersebut kepada Kepolisian.

“Orang tua korban yang melaporkan,” ucap Panji

Kepada wartawan, Hani, tidak membantah jika tindakan tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

“Iya tiga kali, pertama di toko matrial, kedua di jalan, dan ketiga di rumah saya,” tuturnya.

BACA :  Bocah Jatuh dari Lantai 3, Ini Penjelasan Pihak SDN 4 Ciputat Tangsel

Namun, ia membantah jika dianggap telah melakukan pencabulan kepada ‘D’, karena menurutnya apa yang ia lakukan dengan pacarnya tersebut dengan didasari suka sama suka.

“Kita lakukan itu suka sama suka, dan berjanji untuk setia. Karena orang tuanya tahu jadi tidak terima,” pungkasnya.

Selain mengamankan Hani, Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa celana jeans, baju lengan panjang, dan pakaian dalam milik ‘D’

Atas perbuatannya, Hani terancam mendekam di penjara selama 15 tahun karena melanggar pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler