Connect with us

METROPOLITAN

Soal Infrastruktur di Baksel, Bukan Hanya Keseriusan Pemerintah Tapi Butuh Suara Wakil Rakyat

Published

on

Banten Hits – Lima belas aktivis dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cilangkahan (AMPC) beberapa waktu lalu harus ditahan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Lebak, karena terkait dengan insiden penyerangan terhadap iring-iringan kendaraan Gubernur Banten, Rano Karno, yang akan menghadiri Seren Taun Cisungsang.

(BACA JUGA : Massa Penyerang Rombongan Gubernur dari Aliansi Mahasiswa-Pemuda Cilangkahan)

Sebelumnya, sejumlah aktivis juga sempat melakukan aksi berjalan kaki dari Kecamatan Bayah menuju Kota Rangkasbitung menuju kantor Bupati Lebak. Tujuannya, meminta Pemkab Lebak tidak lagi tutup mata dalam menyikapi persoalan tersebut. Pasalnya, kerusakan jalan juga dinilai tidak bisa dilepaskan dari tanggungjawab Pemkab Lebak.

Belum lagi, sejumlah aksi unjuk rasa lainnya dari berbagai elemen di Lebak Selatan, dengan tuntutan serupa, tercatat beberapa kali juga sempat dilakukan dengan harapan adanya keseriusan dari Pemerintah Daerah.

BACA :  Balapan Liar, Puluhan ABG Terjaring Razia Satlantas Polresta Tangerang

Lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 8 tahun 2015 tentang Pembatasan Angkutan di Ruas Jalan Simpang-Malingping dan Surat Edaran Bupati Lebak Nomor 550/1406-Dishub/2014 tentang Larangan Angkutan Berat Melintas di Jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten justu dinilai sebatas regulasi yang berdiri kokoh di atas lembaran kertas namun nihil instruksi.

Anggota Komisi IV DPRD Lebak, Pipit Candra, mengatakan, dibutuhkan keberanian Pemprov Banten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatasi persoalan tersebut. Keberadaan portal yang berada di Simpang Malingping seharusnya bisa dimaksimalkan.

“Keberadaan portal itu seharusnya bisa membatasi lalu lalang kendaraan yang bermuatan melebihi tonase, tapi justru seoalah tidak berfungsi. Malah, tidak ada petugas yang jaga di sana, kalau alasannya keterbatasan petugas, saya rasa petugas Dishub Banten mencukupi, tinggal keberaniannya saja,” papar Pipit yang juga anggota Dewan asal Baksel belum lama ini kepada Banten Hits.

Ia juga mengkritik, pembangunan ruas jalan Simpang-Bayah yang berasal dari Kementerian PU. Padahal, kata dia, masyarakat banyak berharap pembangunan jalan bisa rampung sebelum Idul Fitri 2015, namun hingga kini proses pengerjaan masih belum selesai.

BACA :  Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Meninggal

“Sampai sekarang itu masih berjalan pengerjaannya, dampaknya tentu merugikan masyarakat,” ucapnya.

Saat ditanya terkait dengan aksi penghadangan iring-iringan mobil Rano, politisi Partai Golkar ini beranggapan, hal tersebut tidak akan terjadi jika Pemrov bisa tegas dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Sebenarnya itu tidak harus terjadi apalagi sampai ada tindakan anarkis kalau saja aspirasi masyarakat bisa cepat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Namun, berbeda dengan salah satu aktifis yang juga berasal dari Lebak Selatan, Zey Aushof yang menilai, selain menjadi tugas Pemerintah, ia juga mempertanyakan keberadaan para Wakil Rakyat yang berasal dari Lebak Selatan.

“Pertanyaannya, apa yang sudah mereka lakukan untuk benar-benar serius menyikapi kondisi jalan. Jujur saja, kalau bukan gerakan kawan-kawan portal itu juga tidak akan ada. Tidak ada suara lantang dari Wakil Rakyat soal ini,” ucap Zey, Senin (21/9/2015).

BACA :  Bupati Pandeglang Tak Tahu Siswa SDN Curug 2 Belajar di Lapangan

Menurutnya, tidak sedikit anggota Legislatif dari Baksel namun dianggap belum memperlihatkan action serius untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Kalau kami punya wakil rakyat yang bisa menyampaikan dan serius dengan tegas mendorong masalah ini dengan kewenangan yang mereka miliki tentu tidak harus kawan-kawan sampai turun aksi yang menyampaikan ke Pemerintah. Jadi pertanyaanya adalah, kalau Wakil Rakyat nya serius dan berani harusnya mereka yang jadi garda terdepan menyuarakan keluhan masyarakat,” tegasnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler