Connect with us

METROPOLITAN

Warga Terpapar Debu Jalan, Erwan: Kita Kirim PU Koordinasi dengan Provinsi

Published

on

Banten Hits – Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyesalkan sikap kontraktor yang membangun jalan Bojong – Saketi, Kabupaten Pandeglang karena lamban mengatasi debu jalan yang membuat masyarakat sekitar terganggu.

(BACA JUGA: Warga Bojong Pandeglang Terjangkit ISPA Akibat Jalan Berdebu)

Erwan yang mengaku pernah melintas di jalan tersebut, mengetahui bagaimana debu tebal setiap harinya menyergap pengguna jalan dan penduduk di sekitar lokasi.

“Saya pulang dari Munjul pulang lewat sana (Jalan Bojong – Saketi) , debunya bukan main. Insya Allah nanti saya akan panggil kepala PU agar berkoordinasi dengan provinsi,” kata Erwan kepada Banten Hits, Kamis (1/10/2015).

Menurut Erwan, jalan Bojong-Saketi merupakan jalan nasional yang kewenangan berada di Pemprov Banten. Karenanya, Pemkab tidak bisa berbuat banyak terkait keluhan warga. Bahkan Pemkab Pandeglang tidak mengetahui asal pihak pengelola pembangunan, apalagi sejak proses pelaksanaan. Pemkab tidak pernah dilibatkan.

BACA :  Truk Tangki Tercebur di Benteng Betawi, Dua Tewas

“Itu kan proyek jalan nasional, dalam hal ini provinsi yang berperan. Kalau ditanyakan ke pemkab, itu bukan ranah dan kewenangan kita. Justru kita juga menyampaikan ke mereka agar ditutup jalannya, agar masyarakat tidak menjadi korban akibat debu itu. Karena itu jalan nasional, penanganannya dari sana (pemerintah pusat). Bahkan kami untuk ke ranah itu tidak dibawa-bawa,” ungkapnya.

Meski demikian, Erwan menyatakan akan memanggil Kadis PU Kabupaten Tangerang supaya segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Pemprov Banten.

Ditanya soal keluhan warga yang harus disampaikan secara formal, Erwan membenarkannya. Tindakan bisa dilakukan oleh aparatur pemerintah, kata Erwan, jika terdapat keluhan langsung dari masyarakat. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak segan melaporkan kejadian yang dianggap mengganggu ketertiban masyarakat. Terlebih dengan adanya proyek pembangunan jalan sepanjang 6 kilometer itu dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

BACA :  Peringatan Keras AKP Michael K Tandayu usai Meringkus Kembali Residivis di Trondol Serang, 'Pemakai Pun Kami Tindak!'

“Sebetulnya yang bagus itu ada keluhan, kalau tidak ada keluhan berarti masyarakat nyaman saja. Masyarakat, kelurahan atau kecamatan, ngadu aja ke mandornya, kan ada di sana,” ungkapnya.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler