Connect with us

METROPOLITAN

Ajak Pejabat ke Rumah Penderita Gangguan Jiwa, Rano Ikrarkan Banten Bebas Pasung

Published

on

Banten Hits – Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, pada tahun 2015 ini terdapat 1.600 orang penderita gangguan jiwa yang dipasung. Pemasungan bukanlah solusi bagi penderita gangguan jiwa. Karenanya Pemerintah Provinsi Banten melakukan gerakan “Banten Bebas Pasung 2019”.

(BACA JUGA : Orang dengan Gangguan Jiwa yang Dipasung di Banten Capai 1.600 Jiwa)

Gubernur Banten Rano Karno memulai gerakan Banten Bebas Pasung dengan mengajak sejumlah pejabat teras di Provinsi Banten dan Kabupaten Serang mengunjungi Kampung Ketiban, Desa Keserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang yang ditemukan banyak penderita gangguan jiwa dipasung.

Di depan penderita gangguan jiwa, warga Kampung Ketiban, Desa Keserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang dan sejumlah pejabat setempat membacakan sendiri ikrar Banten bebas pasung. 

BACA :  GNPF MUI: Jaga Ukhuwah Islamiah, Wujudkan Persatuan dan Kesatuan

“Dalam rangka HUT Banten yang ke-15 dan peringatan hari kesehatan jiwa sedunia yang jatuh pada tanggal 10 oktober, dengan mengusung tema menuju layanan kesehatan jiwa yang bermartabat serta mengunsung semangat Banten Bebas Pasung Tahun 2019,” kata Rano membacakan ikrar.

Rano melanjutkan, Pemerintah Provinsi Banten mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dengan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan jiwa dan pemberdayaan masyarakat.

“Bantu, lindungi, sembuhkan, dan mandirikan saudara-saudara kita yang mengalami gangguan kejiwaan agar kelak dapat memberikan kontribusi besar kepada kabupaten/kota dan provinsi yang kita cintai ini,” lanjutnya.

Terakhir, Rano menutupnya dengan kalimat ajakan, “Mari bersama mendukung Banten bebas pasung tahun 2019”.(Rus)

BACA :  Sempat Viral, Surat Edaran Ketentuan Kegiatan Non Muslim di Rajeg Dicabut

 



Terpopuler