Connect with us

METROPOLITAN

Warga : Ferdi Haryadi Tak Pernah Meresahkan

Published

on

Banten Hits – Warga yang tinggal di sekitar rumah Ferdi Haryadi (21), pengidap gangguan jiwa yang dihabisi oleh ayah, adik dan ibu tirinya, tak pernah merasa diresahkan oleh perilaku Ferdi Haryadi, seperti pengakuan, Masriya (51), ayah korban kepada polisi.

Menurut Turmudi Afif, Ketua RT 03 RW 03, Lingkungan Jerang Ilir, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Ferdi Haryadi tidak seperti apa yang katakan oleh kedua orangtuanya kepada petugas kepolisian. Sebaliknya, perilaku Ferdi dikenal baik dan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

“Korban dikenal baik oleh masyarakat. Bahkan dirinya selalu memberikan uang kepada orangtua dan adiknya, jika ia mendapatkan uang dari para tetangga yang simpati dengan kondisinya. Salah besar jika orangtua mengatakan korban kerap meresahkan masyarakat,” tegasnya.

BACA :  Wujudkan Ketahanan Pangan, Distan Lebak Hibah Bibit Jagung ke Pondok Asimilasi Lapas Rangkasbitung

Kepada polisi Masriya mengungkapkan ia terpaksa melakukan perbuatan biadab terhadap anaknya karena tekanan dari sang isteri yang meminta agar membawa pergi korban ke mana pun dan dengan cara apapun.

(BACA JUGA : Masriya Membunuh Anaknya di Jembatan Sungai Teneng karena Didesak Isteri Keempatnya)

Iroh Rohaeni mengamini pengakuan suaminya ini. Menurutnya, sebelum melakukan pernikahan dengan ayah korban, ia melarang korban yang mengalami gangguan mental ini untuk tinggal bersama dengan dirinya.

Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukan Satreskrim Polres Cilegon, aksi Masriya itu diketahui dibantu oleh anak laki-lakinya yang lain, Firman Aryadi (17). Selain Firman, polisi juga telah menahan dan menetapkan Iroh Rohaeni (31) sebagai tersangka pembunuhan sadis itu.

BACA :  Tiket Bus Jatim - Tangerang Rp 350 Ribu

(BACA JUGA : Adik dan Ibu Tiri Ternyata Turut Membunuh Pengidap Keterbelakangan Mental di Cilegon)

Sebelumnya, warga di sekitar Jembatan Sungai Teneng, Kampung Teneng, Desa Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (2/10/2015) pagi digegerkan dengan penemuan jasad pria yang mengenakan seragam SMA.

Jasad pria tersebut ditemukan terikat dengan karung yang diisi batu. Ditemukan juga sejumlah luka lebam yang diduga akibat pukulan benda tumpul.

(BACA JUGA : Jasad Pelajar Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan Warga Cinangka Serang)

Korban yang semula diyakini pelajar, ternyata adalah pengidap keterbelakangan mental bernama Ferdi Haryadi (21), warga Lingkungan Jerang Ilir, RT 03 RW 03, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.(Rus)

 

BACA :  Novotel Sumbang Ribuan Buku ke Asrama Sahabat Yatim Indonesia



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler