Connect with us

METROPOLITAN

Ternyata saat Tobari Dikeroyok, Rombongan Jayabaya Dikawal Anggota Polres Lebak

Published

on

Banten Hits – Ketua kamar dagang dan industri (Kadin) Banten Mulyadi Jayabaya dilaporkan telah menganiaya dan merusak kendaraan milik Tobari bin Mahmud, warga Kampung Garung Sabrang, RT 003/002, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

(BACA JUGA : Ketua Kadin Banten Mulyadi Jayabaya Dilaporkan Aniaya Warga)

Kadin Banten yang diwakili oleh wakil ketua Agus R Wisas dan beberapa pengurus organisasi para pengusaha tersebut, membantah Mulyadi Jayabaya melakukan pemukulan. Menurut Agus, Tobari justru dipukuli oleh para pengawal Jayabaya.

Agus R Wisas, juga mengatakan bahwa mobil yang ditumpangi Mulyadi Jayabaya berada di posisi kedua setelah kendaraan aparat yang mengawal. Sementara para pengawalnya berada pada mobil di belakangnya. Mereka langsung berhenti dan memukuli Tobari.

BACA :  Tiga Temuan BPK terkait BRI yang Jadi Penyalur Bantuan COVID-19 Pemprov Banten

“Anda juga jika suatu saat punya pengawal, dan pengawal Anda melihat Anda dalam situasi berbahaya, tentu pengawal Anda akan bertindak. JB (Mulyadi Jayabaya) justru melerai, mungkin ketika melerai tangannya mengenai wajahnya sehingga dikira memukul,” terangnya, Senin (12/10/2015) di Kawasan Pasar Rau, Kota Serang.

Ketika ditanya wartawan, seberapa bahaya situasi Mulyadi Jayabaya sehingga para pengawalnya bertindak sedemikian brutal terhadap korban pengeroyokan, Agus tidak dapat menjelaskan apa-apa.

Sementara menjawab pertanyaan Banten Hits mengenai kendaraan aparat yang mengawal JB dalam iring-iringan tersebut. Agus mengatakan, JB dikawal Patwal Polisi.

“Dari Polres Lebak,” tegasnya.

Saat itu, kata Agus, rombongan Jayabaya hendak menuju lokasi proyek yang dikerjakan Jayabaya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

BACA :  Siswa Masih di Pengungsian, KBM di  SDN Teluk 2 Labuan Masih Belum Aktif

Terkait penganiayaan dan perusakan mobil ini, Tobari selaku korban telah menandatangani surat pencabutan laporannya ke Polda Banten. Surat pencabutan laporan diteken di sebuah rumah makan di Jalan Raya Serang-Pandeglang, KM 5, Selasa (13/10/2015). Mulyadi Jayabaya diwakilkan Agus Wisas.

(BACA JUGA : Tobari Korban Penganiayaan Mulyadi Jayabaya Cabut Laporan)

Menurut Agus Wisas, penandatanganan pencabutan laporan atau perkara bernomor: LP/224/X/Banten/SPKT III merupakan pertanda bahwa kedua belah pihak, yaitu Mulyadi Jayabaya selaku terlapor dengan Tobari bin Mahmud selaku pelapor telah sepakat berdamai.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler