Connect with us

METROPOLITAN

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Pandeglang Tinggi, Komitmen Pemda Dipertanyakan

Published

on

Banten Hits – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Pandeglang meningkat. Di Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang tercatat menjadi salah satu wilayah yang menyumbang AKI dan AKB yang paling tinggi.

Pada tahun 2013, AKB di Kabupaten Pandeglang mencapai 35 jiwa. Angka tersebut naik pada tahun 2014 menjadi 47 jiwa. Sementara dari 14.249 kelahiran hidup di tahun 2015, AKI sudah mencapai 34 jiwa.

Sementara, AKB pada tahun 2013 tercatat sebanyak 358 jiwa dan menurun di tahun 2014 menjadi 313 jiwa. Namun, catatan sampai bulan Agustus 2015, kematian bayi sudah menyentuh diangka 279 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Indah Dinarsiani, mengatakan, sebagian besar kematian terhadap ibu banyak disebabkan oleh faktor pendarahan.
 
“Trendnya tahun ini meningkat. Sampai Agustus saja, kematian ibu sudah 34. Tetapi kita berharap disisa waktu tahun 2015 ini jumlahnya tidak bertambah,” kata Indah, di sela-sela workshop Gerakan Sayang Ibu, di Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis (15/10/2015).

BACA :  Puluhan Eks Anggota Gafatar Asal Tangsel Ditampung di Rumah Singgah

Indah mengatakan, kendati Pemerintah Daerah terus berkomitmen untuk menekan tingginya angka kematian tersebut, namun ia mengharapkan keterlibatan dan peran aktif masyarakat. Ia mengaku, sudah banyak masyarakat yang memahami soal AKI dan AKB. Hanya menurutnya, kesadaran untuk melakukannya belum berjalan dengan baik. Program Desa Siaga juga perlu diefektifkan kembali agar lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Kita berharap agar tahun ini AKI dan AKB jumlahnya menurun melalui berbagai upaya dan program, salah satunya melalui workshop ini,” ucapnya.

Tingginya AKI dan AKB di suatu daerah dinilai karena belum fokusnya Pemerintah mulai dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten hingga Pemerintah Desa dalam menangani persoalan tersebut.

BACA :  Ketua Kadin Lebak Sumantri Jayabaya Meninggal Dunia

“Kalau semua memiliki komitmen yang sama dari mulai Gubernur hingga Desa, maka angka kematian ibu bisa ditekan. Komitmen ini yang saya lihat belum merata. Mungkin karena banyak masalah lain juga yang harus ditangani,” terang Ketua Pokja Fungsional Desa Siaga Provinsi Banten, Masduki.

Komitmen tegas dari Pemerintah Daerah untuk menekan AKI dan AKB dengan memperkuat kesadaran seluruh elemen masyarakat mutlak diperlukan. Pasalnya, permasalahan AKI dan AKB juga menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat.

“Pemerintah kurang mendorong aparatur di tingkat bawah. Termasuk dalam kaitannya pergerakan anggota masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan, aparatur Pemerintah di tingkat Kecamatan dan desa bisa lebih responsif dalam mengantisipasi hal tersebut. Mantan Wakil Gubernur Banten ini juga menyebut masih rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap AKI dan AKB.

BACA :  Dua Pelaku Penusukan Wiranto Dibawa ke Mabes Polri

“Sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan, karena pengetahuan masyarakat terhadap AKI dan AKB masih rendah,” pungkasnya. (Nda)



Terpopuler