Connect with us

METROPOLITAN

Unras, Mahasiswa di Lebak Minta Perda Ponpes Dicabut

Published

on

Banten Hits – Puluhan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Lebak, Kamis (22/10/2015). Sebelum menuju ke gedung wakil rakyat, puluhan mahasiswa ini melakukan longmarch dari gedung Korpri Rangkasbitung.

Namun sayang, sesampainya di depang gedung Dewan, mahasiswa yang belum sempat menyampaikan tuntutannya sudah terlibat ricuh dengan petugas hingga aksi unjuk rasa mahasiswa terpaksa dibubarkan. Dikabarkan, dalam kericuhan tersebut kaca pintu masuk DPRD Lebak pecah akibat aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas.

Ketua PMII Lebak, Naim Al Fauzi, kepada Banten Hits, mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut untuk meminta DPRD mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pondok Pesantren.

BACA :  Empat Debt Collector Diamankan di Dekat Danau Citra Raya

“Sebenarnya waktu Perda ini lahir sangat mendapat apresiasi karena diharapkan mampu menjadi landasan bagi seluruh Ponpes di Lebak,” katanya.

Namun kata dia, setelah ditinjau dari fenomena yang berada di Lebak, Perda tersebut justru sangat tidak relevan dengan kebutuhan Ponpes secara umum.

“Perda ini sangat bertolak belakang dengan kultur keislaman yang ada di Lebak,” ucapnya.

Bahkan menurutnya, Perda ini seperti memodernisasikan Ponpes dengan mengenyampingkan masih banyaknya Ponpes Salafi yang masih memegang teguh kultur.

“Kami menilai Perda ini justru mendiskriminasi agama lain, walaupun di Lebak mayoritas muslim tapi bukan hanya satu agama saja,” urainya.

Melalui hasil kajian internal PMII, Naim mengungkapkan ada yang janggal dalam pasal dan poin di dalam Perda tersebut yang mencerminkan Perda justru menjadi tidak tepat sasaran, memodernisasi dan mempolitisasir Ponpes.

BACA :  Gak Mau Ada Rusuh dan Anarkisme, Jawara Banten Mulai Turun Lakukan Ini

“Perda ini masih multitafsir. Kami mendesak agar DPRD mencabut Perda ini kembali,” pintanya. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler