Connect with us

METROPOLITAN

Mahasiswinya Diduga Dicabuli Dosen, Rektor Untirta Malah Bilang Politis

Published

on

Banten Hits – Rektor Untirta Serang Prof. Sholeh Hidayat menyebut dugaan pencabulan yang dilakukan AH, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta Serang terhadap TIP, mahasiswinya yang saat itu tengah menjalani bimbingan skripsi, merupakan manuver politik menjelang dilaksanakannya pemilihan dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta Serang.

“Itu kan politis. Biasalah seperti mau Pilkada segala yang buruk dimunculkan,” kata Sholeh Hidayat kepada wartawan di Serang.

Sholeh Hidayat sendiri tak pernah merespon telepon atau SMS konfirmasi dari Banten Hits sejak kasus dugaan pencabulan yang dilakukan AH terungkap ke publik melalui surat somasi yang dilayangkan LBH APIK Banten ke Rektor Untirta Serang.

BACA :  Gempa 7,4 Skala Richter Guncang Banten, Warga Pesisir Pandeglang Ramai-ramai Ngungsi

LBH APIK Banten meminta Rektor Untirta Serang Prof. Sholeh Hidayat merespon surat yang dilayangkan lembaganya terkait dugaan pencabulan yang dilakukan AH, dalam tempo 15 hari sejak surat dilayangkan, Senin (19/10/2015).

“Surat (somasi) dilayangkan Senin (19/10/2015). Kami berikan waktu 15 hari untuk mereka,” kata salah seorang penasehat hukum korban di LBH APIK Banten Afirman Octavianus yang dihubungi Banten Hits lewat telepon genggamnya, Kamis (22/10/2015) siang.

(BACA JUGA : LBH APIK Banten Minta Rektor Untirta Respon Dugaan Pencabulan Dosen FKIP dalam 15 Hari)

Firman–begitu pria ini biasa disapa–menjelaskan, jika batas 15 hari tak digunakan pihak Untirta untuk memenuhi tuntutan kliennya, maka LBH APIK akan meneruskan laporan dugaan pencabulan tersebut ke Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kerbudayaan, serta ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

BACA :  Kabar Baik, Huntap Korban Banjir Bandang di Lebak Dibangun Tahun 2021

AH dilaporkan telah mencabuli TIP, mahasiswinya yang saat itu tengah menjalani bimbingan skripsi, Senin (21/4/2014) lalu. Tindakan asusila ini, bahkan dilakukan di ruangan Wakil Direktur 1 Pascasarjana Untirta Serang.

(BACA JUGA : Parah! Ternyata Pencabulan terhadap Mahasiswi Untirta Terjadi saat Bimbingan Skripsi)

Dalam kronologi yang dilampirkan bersama surat laporan LBH APIK Banten yang salinannya diterima Banten Hits, korban menceritakan bagaimana AH melakukan tindakan asusila terhadap dirinya. Semula, AH melakukan kekerasan verbal sebelum kemudian melancarkan aksi bejadnya lebih lanjut.

(BACA JUGA: Dosen FKIP Untirta yang Diduga Cabul, Menuduh Mahasiswi Tak Perawan Lalu Memegang Alat Vitalnya)

“Kamu sudah melakukan hubungan suami istri dengan mantan kamu ya? Karena kondisi fisik kamu sekarang berubah tidak seperti dulu. Karena saya bisa membedakan antara perempuan yang sudah melakukan hubungan suami istri dan yang belum,” beber korban menirukan ucapan AH saat itu.(Rus)

BACA :  Andika Minta Doa Masyarakat Jalankan Roda Pemerintahan Banten



Terpopuler