Connect with us

METROPOLITAN

Karyawan PT Lung Cheong Brothers Keluhkan Uang Lembur yang Tak Kunjung Dibayar

Published

on

Banten Hits – PT Lung Cheong Brothers yang berada di Jalan Raya Serang Km 90, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, diduga belum memberikan upah lembur karyawannya.

“Uang lemburnya Rp.15.500 per jam, tapi udah 3 bulan belum dibayar. Kayanya bukan cuma saya, tapi karyawan lain. Kalau ditanya alesannya belum cair. Dari bulan September,” kata salah seorang karyawan PT Lung Cheong Brothers yang minta namanya tidak disebutkan, kepada Banten Hits,  Sabtu (7/11/2015).

Kata dia, bukan hanya upah lembur yang belum diberikan perusahaan kepada karyawan, pihak perusahaan kuga kerap terlambat memberikan gaji bulanan kepada karyawan.

“Sering telat, padahal gaji itu kan penting banget buat kita untuk beli kebutuhan sehari-hari dan bayar hutang,” keluhnya.

BACA :  Juragan Sembako di Karawaci Ditemukan Tewas

Pihak perusahaan, juga mewajibkan karyawan untuk bekerja lembur sebagai upaya dalam mengejar target produksi. Jika tidak, karyawan akan mendapat Surat Peringatan (SP).

“Masuk kerja jam 8 kalau non shift dan pulang jam 5 lalu jam 6 masuk lembur sampai jam 10 malam, kadang bisa lebih,” jelasnya.

“Waktu itu pernah ada karyawan yang meminta ijin tidak lembur karena sakit tapi enggak diijinin oleh atasan. Kayanya, karena enggak kuat nahan sakit karyawan itu meniggal di WC Pabrik,” ungkapnya.

“kalau gajih pokok sih dibayar ya itu tapinya suka telat gak jelas. Kalau uang lembur kerja dari bulan September, perjamnya Rp.15.500.-. atasan juga gak peduli dengan keluhan kami, malah pernah yang sakit saat bekerja gak dikasih ijin lalu pingsan di kamar mandi setahun lalu kemudian teman kami ini meninggal,”
 
Lanjut dia, dari bulan Juni lalu memang sudah tidak ada Serikat Pekerja lantaran dipecat pihak perusahaan karena membela karyawan.

BACA :  Dua Warga Negara Asing Terjaring Operasi Yustisi di Serpong Tangsel

“Kalau dulu enggak begini sih,” ucapnya.

Ia berharap, pihak perusahaan agar lebih peduli dengan kewajiban yang seharusnya cepat diterima karyawan dan berharap pihak perusahaan benar-benar mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kalau kayak gini terus kan kasihan karyawan, udah kerja keras tapi kita yang dirugiin,” imbuhnya. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler