Connect with us

METROPOLITAN

Pemilik Kios di Pasar Babakan Merasa Dibohongi PT Panca Karya Griyatama

Published

on

Banten Hits – Pemilik kios di Pasar Babakan, sejak pasar berdiri pada 2007 lalu hingga saat ini, masih belum mendapatkan bukti kepemilikan atas kios yang mereka beli dari PT Panca Karya Griyatama. Padahal, PT Panca Karya Griyatama menjanjikan akan memberikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) kepada pembeli kiosnya.

“Hingga saat ini kami belum mendapatkan HGB yang mereka janjikan,” kata SM, salah seorang pemilik kios di Pasar Bababkan kepada Banten Hits belum lama ini.

Menurutnya, PT Panca Karya Griyatama hingga saat ini tak pernah memberikan penjelasan apapun terkait janji penyerahan sertifikat HGB kepada pembeli kiosnya. Karenanya, pemilik kios merasa telah dibohongi oleh PT Panca Karya Griyatama.

BACA :  Panwas Desa Ujung Tombak Pengawasan Pemilu

SM mengaku, dirinya telah membeli kios di Pasar Babakan seharga Rp 10.350.000 dari PT Panca Karya Griyatama pada 22 Juli 2007 lalu. Jual beli tersebut dibuktikan lewat kwitansi milik PT Panca Karya Griyatama bernomor 023 dan ditandatangani diatas materai berstempel PT Panca Karya Griyatama oleh Sylvia Rosa.

Dalam kwitansi yang salinannya diperoleh Banten Hits disebutkan, pembayaran tersebut sebagai kontribusi biaya pembangunan sarana dagang dan kelengkapannya di Pasar Babakan sesuai dengan kesepakatan sosialisasi tanggal 4 Juli 2007 yang lebih lanjut akan dilaksanakan pekerjaannya oleh PT Panca Katrya Griyatama sekaligus sebagai investor pembangunan dan pemberi hibah Pasar Babakan kepada Pemerintah Kota Tangerang.

Norman Eka Saputra, salah seorang direksi di PT Panca Karya Griyatama mengaku tak mengetahui apapun soal pengurusan Pasar Babakan. Dia tetap bersikukuh jika PT Panca Karya Griyatama tak pernah mengelola Pasar Babakan.

BACA :  Kajian soal Tanah Lapang Balaraja Libatkan Tipikor Polri

(BACA: Ada Kwitansi Ini, PT Panca Karya Griyatama Masih Sangkal Kelola Pasar Babakan)

“Kwitansi fisik seperti apa yang berlaku di sana (Pasar Babakan) saya tak pernah tahu dan lihat, Pak,” kata Eka kepada Banten Hits lewat pesan aplikasi WhatsApp, Jumat (6/11/2015).

Eka juga meminta supaya Banten Hits menghubungi Yogi Yogaswara yang menurutnya lebih mengetahui dan bertanggungjawab soal Pasar Babakan.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler