Connect with us

METROPOLITAN

Warga Cilegon Keluhkan Pencemaran Debu Nikel PT Indoferro

Published

on

Banten Hits – Warga di lingkungan Cilurah RT 06 RW 02, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengeluhkan pencemaran debu nikel yang dihasilkan dari sisa pembakaran bahan baku industri baja (steel mill) PT Indoferro. Akibat kerap menghirup debu yang dihasilkan dari perusahaan penghasil pir iron tersebut, tak sedikit warga yang mengalami gangguan pernapasan (Ispa).

“Setiap hari, warga harus terkena dampak dari debu Nickel. Apalagi, kalau arah angin langsung menuju ke rumah warga, sangat mengganggu sekali,” kata Marhani, salah seorang warga.

Menurutnya, kondisi udara kini berwarna kuning kecoklat-coklatan dan mengkilap akibat sudah tercemar debu nikel tersebut. Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

BACA :  Mobil Pembawa Semen Ringsek Usai Terperesok di Jembatan Cimasayang Pandeglang, Satu Orang Dilarikan ke RS

Kata dia, warga sudah sering mengadukan hal tersebut kepada pihak Kelurahan. Namun, kendati sudah pernah bertemu dengan pihak perusahaan, hingga kini belum ada upaya dan tindakan nyata dari perusahaan untuk mengatasi hal tersebut.

“Sudah peranh bertemu dengan pihak perusahaan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan dan solusi dari perusahaan untuk mengatasi kondisi pencemaran udara. Padahal, sejak perusahaan itu berdiri sudah banyak warga yang mengalami batuk-batuk bahkan sampai ada yang muntah,” bebernya.

Debu Nickel juga semakin parah saat sore hari, lantaran debu akan semakin beterbangan hingga ke rumah-rumah warga. Warga juga sudah sering mengadukan hal tersebut kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Cilegon, namun sayang hingga saat ini, pihak BLH juga tidak terlihat turun ke lokasi.

BACA :  Tiga Formasi CPNS di Pandeglang Sepi Peminat

Sementara itu, Humas PT Indoferro, Rusli saat dikonfirmasi awak media melalui telepon genggamnya kemarin, mengaku, pihaknya terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi pencemaran udara yang menganggu kesehatan warga. Namun, ia berkilah jika kondisi tersebut berada di bawah keputusan pimpinan perusahaan.

“Iya, memang benar warga dan pihak perusahaan sudah melakukan mediasi. Seluruh keluhan dari warga akan disampaikan kepada pimpinan perusahaan karena yang mengambil keputusan adalah pimpinan,” kilahnya. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler