Connect with us

METROPOLITAN

Hebat! 175 Pramuwisata di Pandeglang Kuasai Delapan Bahasa Asing

Published

on

Banten Hits – Sebanyak 175 pramuwisata atau pemandu wisatawan di Pandeglang telah menguasai delapan bahasa asing seperti, bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman, Mandarin, Arab, Mandarin dan Arab.

Penguasaan bahasa asing oleh pramuwisata di Kabupaten Pandeglang ini disiapkan untuk menghadapi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Lesung. Harapannya, mereka siap memandu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menurut Sekretaris Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)  Kabupaten Pandeglang Ofat Sofwatuddin, untuk menghadapi KEK ratusan pramuwisata di Pandeglang itu selain telah mengikuti uji kompetensi, juga telah memverifikasi pramuwisata yang ada di Pandeglang.

“Teman-teman sudah menguasai berbagai bahasa. Kita juga  sudah mempersiapkan diri. Karena Kita sudah lakukan uji kompetensi, verifikasi pramuwisata kaitannya dengan KEK,” kata Ofat kepada wartawan, Senin (23/11/20115).

BACA :  10 Pejabat Ikut Lelang Jabatan Dirut RSUD dan Kadisperindagpas Lebak

Menurut Ofat, pihaknya  fokus melakukan  pembinaan kepada para pramuwisata, dengan memberikan pelatihan penguasaan bahasa, karena penguasaan bahasa menjadi hal yang utama untuk memandu para turis.

Berkaitan dengan KEK, Ofat berkeyakinan, wisatawan yang akan berkunjung ke Pandeglang tidak hanya wisatawan domestik, melainkan juga mancanegara.

“Penguasaan bahasa adalah yang utama. Karena wisatawan yang datang tidak hanya dari domestik, namun juga mancanegara. Apalagi kunjungan wisatawan asing ke Pandeglang (saat ini) sudah mulai bergeliat, sebagian besar berasal dari negara-negara Eropa,” ungkapnya.

Dijelaskan Ofat, Ujung Kulon menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Pandeglang. Setiap pekannya, tercatat selalu saja ada wisatawan yang melancong ke Pandeglang.

BACA :  Warga Kecewa Bendera Merah Putih Gede Jasa Gagal Berkibar Sempurna di Tangerang

Ofat berharap, semua pihak mulai dari pemerintah, akademisi turut memberikan dukungan penuh supaya dapat mendorong HPI menjadi pemandu yang profesional.

“Kita inginnya perusahaan yang ada di Pandeglang juga diharapkan dapat memberi bantuan melalui CSR untuk meningkatkan kompetensi pemandu, terutama dalam hal penguasaan bahasa asing. Selain itu, pemerintah juga diharapkan meningkatkan fasilitas penunjang sehingga dunia wisata di Pandeglang lebih berkembang,” pintanya.(Rus)



Terpopuler