Connect with us

GAYA HIDUP

Hapkido, Seni Bela Diri dari Korea yang Terkenal dengan Teknik Anjadura Keokki

Published

on

Mempelajari ilmu bela diri memang sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Selain memang menyehatkan bagi tubuh, menguasi ilmu bela diri dipandang perlu oleh banyak orang untuk mengantisipasi tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Di Indonesia, ada banyak jenis seni ilmu bela diri yang dipelajari oleh masyarakat. Mulai dari ilmu bela diri yang merupakan asli dari daerah maupun ilmu bela diri yang berasal dari luar Indonesia. Seperti seni ilmu bela diri yang satu ini, namanya Hapkido.

Ade Muhammad Sujud (40) yang merupakan owner Demos Martial Arts dan juga pelatih Hapkido di Tangerang saat berbincang dengan Banten Hits menjelaskan, seni bela diri Hapkindo memang masih terbilang baru. Seni bela diri yang berasal dari negeri Korea tersebut, mulai masuk ke Indonesia sejak tahun 2013 lalu. Akar Hapkido lebih mirip Aikido, Jujitsu dan Judo.

BACA :  Warga Cilegon 'Sulap' Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik

Ilmu bela diri Hapkindo menggunakan prinsip dengan memanfaatkan tenaga lawan untuk saat menghadapi lawan yang akan menyerang. Hapkido menggunakan perpaduan serangan seperti tendangan, kuncian, bantingan, pukulan dan penggunaan senjata. Namun, Hapkido lebih kental menggunakan kuncian dan bantingan. Teknik seni bela diri ini juga paling terkenal dengan Anjadura Keokki, yakni membanting dan mengunci lawan dalam posisi duduk.

“Anjadura keokki yaitu dalam keadaan tidak aktif atau pasif, kita bisamembanting dan mengunci lawan” kata Ade.

Ilmu bela diri Hapkido merupakan salah satu ilmu bela diri yang amat pasif. Menurut Ade, bela diri yang bisa dipelajari oleh semua usia ini bereaksi tidak sama dengan aksi yang diberikan orang lain dalam hal bela diri.

BACA :  ISBANBAN; Dari Pemuda Banten untuk Indonesia

“Hapkido dilarang untuk memulai duluan. Hapkido bereaksi tidak sama dengan aksi yang diberikan orang lain, seperti bela diri lain misalnya taekwondo dan karate yang saat lawan memukul, kita akan memmukul balik. Ketika lawan mendorong, kita menarik atau lawan menarik kita mendorong. Prinsipnya, Hapkido meminjam tenaga lawan untung kepentingan kita sendiri,” jelasnya.

Sama seperti kebanyakan ilmu bela diri lainnya, Hapkido merupakan ilmu bela diri yang bukan digunakan untuk menyakiti orang lain dan boleh digunakan saat pemiliknya mendapat kesulitan.

“Hapkido bisa saja menyakiti orang lain. Tapi tujuan bela diri bukan itu. Kalau masih bisa berdamai, itu lebih baik daripada melakukan kekerasan. Bela diri digunakan hanya dalam keadaan terpaksa saja,” ucap Ade seraya berharap, Demos Martial Art bisa menjadi pelopor Hapkido di Indonesia dan bisa menjadi juara nasional hingga mewakili Hapkido ke tingkat Internasional.

BACA :  Perayaan Hari Raya Imlek 2654

Tertarik memperlajari seni bela diri tersebut? Langsung daftar aja ke Demos Martial Arts di foodcourt Bale Kota Mall Tangerang. Untuk sesi latihan berada di akhir pekan, Jumat, Sabtu dan Minggu pukul 16.00 WIB.(Nda)



Terpopuler