Connect with us

METROPOLITAN

KPA: Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Serang Meningkat

Published

on

Banten Hits – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menyebut, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Serang mengalami peningkatan. Dari data yang tercatat KPA setempat, jumlah penderita AIDS mencapai 130 orang dan penderita HIV sebanyak 406 orang.

“Jumlah ini tersebar di beberapa Kecamatan. Dari tahun 2006 sampai tahun 2015 angkanya meningkat,” kata Muhti Ali, SKM Pelaksana Pengelola Progam KPA Kabupaten Serang, di Sekretariat KPA, kepada Banten Hits, Selasa (1/12/2015).

Untuk tahun 2015 periode Januari-September, kata Ali, secara kumulatif ada 38 orang yang mengidap HIV/AIDS yang tersebar di 16 Kecamatan.

“Kecamatan Anyer 5 orang, Bojonegara 3 orang, Carenang 3 orang, Cikande 4 orang, Cikesal 2 orang, Ciomas 1 orang, Ciruas 4 orang, Kibin 1 orang, Kopo 2 orang, Kragilan 3 orang, Kramatwatu 1 orang, Padarincang 1 orang, Pamarayan 3 orang, Petir 2 orang, Pontang 1 orang, dan Pulo Ampel 2 orang,” bebernya.

BACA :  Menpan RB Rilis Jadwal Rekruitmen PPPK, Pemkab Lebak Sebut Masih Perlu Pengkajian Ulang

Menurutnya, angka penderita HIV/AIDS tersebut merupakan fenomen gunung es lantaran hanya segelintir orang saja yang mau melapor.

“Jadi yang tampak hanya bagian di atasnya saja, di bawah kemungkinan banyak. Faktornya, karena keengganan untuk melapor,” jelasnya.

Sesuai dengan tema Hari AIDS sedunia tahun ini “Prilaku Sehat Awal Pencegahan HIV dan AIDS”, Ali mengajak kepada masyarakat agar selalu berprilaku hidup sehat dan seisa mungkin menghindari segala hal yang bisa memicu terjangkitnya HIV/AIDS.

“Dimulai dari diri sendiri, dan saya mengharapkan masyarakat tidak mendiskriminasikan orang-orang yang menderita atau terjangkit HIV/AIDS,” pintanya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, hingga kini penyakit yang menyerang sel darah putih tersebut belum ditemukan penawarnya. Hanya obat (air pi) untuk memperlambat pertumbuhan virus tersebut ini.

BACA :  Satu Pospam Disiapkan di Pantai Gope, Cegah Hal-hal Terburuk

“Kita memang baru sebatas sosialisasi, pembinaan, perkumpulan dan menampung pengidap HIV/AIDS sebagai progam pencegahan. Tapi, ini juga belum cukup karena diperlukan kesadaran dan bantuan masyarakat untuk menyampaikan bahayanya virus tersebut,” tambahnya.

Penyebaran virus bisa melalui darah, air susu ibu, sperma laki-laki, alat kelamin perempuan maupun penggunaan jarum suntik secara bergantian.

“Misalnya. AIDS itu menjangkit ke ibu-ibu rumah tangga melalui suaminya kemudian menular kepada anaknya melalui air susu. Selain melalui air susu ibu, sperma laki-laki, alat kelamin wanita dan darah, virus ini tidak akan menular. Jadi harapan kami, masyarakat mulai memeriksa kondisi tubuhnya agar bisa diketahui sejak dini,” imbuhnya.(Nda)

BACA :  Insiden Berdarah di Ciledug, Ortu Korban Tidak Berada di Rumah


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler