Connect with us

METROPOLITAN

Dua Polisi Tangerang Korban Pengeroyokan Massa Papua Belum Bertugas

Published

on

Banten Hits – Kanit Intel Polsek Kelapa Dua Iptu Habib dan anggotanya Brigadir Wiwit, kondisinya berangsur pulih setelah menjadi korban pengeroyokan massa Mahasiswa STKIP Surya asal Papua di Gading Serpong, Selasa (1/12/2015).

(BACA: Polisi Tangerang Korban Pengeroyokan Pengunjuk Rasa “Kebebasan Papua” Ada Dua Orang)

“Alhamdulillah keduannya sudah dalam masa pemulihan, semoga saja bisa cepat sembuhnya,” ungkap Kapolsek Kelapa Dua Kompol Awaludin Amin, saat dihubungi Banten Hits, Kamis (3/12/2015).

Awal menambahkan, baik Iptu Habib maupun Brigadir Wiwit, kekduanya tidak ada yang menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka berdua hanya menjalani pengobatan pertama di Rumah Sakit Betshaida, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Selebihnya, dirawat di kediaman masing-masing.

BACA :  Soal Pejabat Pemkab Pandeglang Posting 'Banser Diam soal Papua' di Facebook, GP Ansor Memaafkan tapi Proses Hukum Lanjut

“Tidak ada yang (dirawat) di rumah sakit. Hari pertama aja penanganan pertama di sana,” ujar Awal.

Meski kondisi kesehatannya sudah berangsur pulih, kata Awal, keduanya belum bisa bertugas karena masih dalam masa pemulihan yang cukup lama.

“Belum (bertugas), keduanya masih harus recovery,” lanjutnya.

Terkait dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Polsek Kelapa Dua Tangerang ini, Polda Metro Jaya mengamankan 22 orang mahasiswa STKIP Surya asal Papua yang tinggal di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. 

(BACA : Bentrok di Gading Serpong, Polda Metro Jaya Amankan 22 Mahasiswa STKIP Surya Asal Papua)

Bahkan, Kasubdit Resmob Direskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso menyatakan, dua di antara mahasiswa itu ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan terhadap Kanit Intel Polsek Kelapa Dua Iptu Habid dan Brigadir Wiwit.

BACA :  Diserang di Kemang, Pelajar Asal Bogor Sudah Diintai Sejak di KP3B

(BACA : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pengeroyok Kanit Intel Polsek Kelapa Dua) 

Veronica Koman, kuasa hukum publik dari LBH Jakarta saat dihubungi Banten Hits mengatakan, bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi itu kesengajaan polisi yang tidak mau massa Papua mengikuti aksi di Jakarta. Padahal aksi tersebut resmi karena pengunjuk rasa sudah menyampaikan pemberitahuan.

(BACA : Kuasa Hukum Pengunjuk Rasa yang Dituding Mengeroyok Sebut Polisi Tangerang Lebay)

“Mereka sengaja menghadang. Mencari alasan untuk menghalangi pemberangkatan. Masa kami yang disebut duluan memukul polisi. Konyol apa kami cari-cari masalah (mukul polisi),” terang Veronica.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler