Connect with us

METROPOLITAN

KPK Minta Birokrat, Pengusaha dan Ulama di Lebak Punya Tekad Berantas Korupsi

Published

on

Banten Hits – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempunyai semangat dalam memberantas dan menciptakan Lebak sebagai daerah yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Terutama, KPK mengharapkan agar elemen birokrat, pengusaha dan ulama di Lebak bisa bersatu menyatukan tekad memberantas Korupsi.

“Saya yakin, kalau seluruh elemen masyarakat bersatu dan punya tekad kuat, Lebak akan jadi daerah yang bersih dari korupsi,” kata Deputi Pengawasan Internal Pengaduan Masyarakat KPK, Danu Wihardja saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Hukum dalam memperingati Hari Anti Korupsi sedunia di gedung LPMP Banten, Rangkasbitung, Senin (7/12/2015).

Danu mengatakan, Korupsi bisa dicegah jika seluruh elemen masyarakatnya mempunyai komitmen kuat dan membudayakan pencegahan Korupsi di manapun dan kapanpun.

BACA :  Komnas PA akan Kunjungi 17 Santriwati yang Diduga Korban Pencabulan di Serang

Ada delapan kategori yang termasuk pada tindakan Korupsi di antaranya, suap, pemerasan, benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa,  penggelapan dalam jabatan, gratifikasi dan tindak pidana yang diatur dalam pidana umum.

Sementara itu, ada lima upaya yang bisa diterapkan terkait dengan upaya pencegahan tindak pidana Korupsi tersebut. Kelima cara tersebut adalah, dengan preventif, represif , repreventif, edukasi, dan  keteladanan.

“Saya yakin, kalau lima cara ini diterapkan, Korupsi tidak akan terjadi, termasuk di Kabupaten Lebak,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan, melalui Hari Anti Korupsi diharapkan bisa dijadikan sebuah momen yang ke depan bisa ditindaklanjuti. Ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat dan jajaran yang berada di lingkungan Pemkab Lebak selalu berpegang teguh dengan janji jabatannya.

BACA :  Kabur setelah Kepergok Hendak Mencuri, Seorang Pria Tewas Kecebur Situ di Serang

“Berbagai program yang kini diperiksa oleh BPK memang hasilnya baik, tapi ada juga beberapa bidang terutama Bansos yang mendapat sorotan BPK. Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Lebak untuk bersama-sama berkomitmen anti terhadap korupsi,” pintanya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten menemukan tiga kelemahan dalam laporan keuangan Pemkab Lebak 2014, yakni pengelolaan kas pada tujuh SKPD di Lebak, dan pengelolaan aset tetap di lingkup Pemkab Lebak  masih belum tertib, serta ditemukan sejumlah potensi pendapatan yang hilang di Kabupaten Lebak.

(BACA : BPK Temukan Tiga Kelemahan dalam Laporan Keuangan Pemkab Lebak)

Berdasarkan resume hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern di Pemkab Lebak yang termuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemkab Lebak 2014 yang memuat opini wajar dalam pengecualian (WDP).(Rus)

BACA :  RS Pratama Menes Baru Beroperasi 2020



Terpopuler