Connect with us

METROPOLITAN

Pengamat: Kemampuan Leadership Bupati Lebak Harus Dievaluasi

Published

on

Banten Hits – Pengamat politik dari Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Ikhsan Ahmad menyayangkan sikap Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang emosional saat menghadapi aksi unjuk rasa mahasiswa, Selasa (1/12/2015). 

(BACA : Dituntut Mundur, Bupati Lebak Ngamuk ke Mahasiswa)

Menurut Ikhsan, sikap yang ditunjukkan orang nomor satu di Kabupaten Lebak tersebut justru menjadi cerminan sikap yang reaktif dan berlebihan yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh seorang kepala daerah.

“Saya pikir ini jadi cerminan sikap reaktif Iti dan sangat berlebihan. Karena seharusnya, Iti tidak perlu menunjukan sikap seperti itu saat menghadapi demonstran,” kata Ikhsan Ahmad kepada Banten Hits, Rabu (9/12/2015).

Kata dia, perlu ada evaluasi terhadap kemampuan kepemimpinan Bupati Iti agar hal yang terjadi kemarin tidak lagi terulang.

BACA :  Temukan Tulang Belulang, Polisi Buka Kantong Jenazah Baru

“Ya, perlu ada evaluasi leadership Bupati. Dalam konteks kontrol, evaluasi ini bisa dilakukan oleh Dewan dan dalam konteks kedaulatan dilakukan oleh masyarakat. Bisa juga oleh Mendagri,” jelasnya.

Ikhsan juga menilai, ancaman Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kader partai Demokrat yang menjabat sebagai anggota DPRD Lebak Ucuy Mashuri yang dilontarkan Iti di sela-sela kemarahannya adalah sikap yang juga berlebihan, apalagi jika ancaman tersebut dikaitkan dengan aksi demo yang dilakukan aktivis PMII.

“Ancama itu jelas-jelas menjadi sikap militeristik yang berbahaya bagi keberlangsungan sistem check and balance dalam demokrasi,” ucapnya.

Menurut Ikhsan, ancaman tersebut akan menjadi ukuran yang ingin ditimpakan kepada ucuy lantaran menjadi bagian yang masih terkait kuat dengan PMII.

BACA :  Mulai Hari Ini hingga 9 Agustus 2021 Lima Kota/Kabupaten di Banten Terapkan PPKM Level 4, Ini Aturan untuk Rumah Ibadah

“Jika benar, maka sekali lagi arogansi politik menjadi taruhan bagi kepentingan pendewasaan demokrasi,” terangnya.

Lebih lanjut Ikhsan mengingatkan, demonstrasi merupakan bagian dari alternatif penyampaian aspirasi sekaligus menjadi input dalam proses sistem politik demokrasi.

“Sikap yang bijak adalah mendengar dan menyerap aspirasi itu dengan menyelaraskannya dalam tingkatan dan prioritas persoalan pembangunan” sarannya.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler