Connect with us

METROPOLITAN

Masyarakat dan Pejabat Antusias Sambut Kebebasan Mantan Wali Kota Cilegon

Published

on

Banten Hits – Mantan Wali Kota Cilegon Tb Aat Syafaat akhirnya dapat menghirup udara segar, Sabtu (12/12/2015), setelah menjalani kurungan penjara di Lapas Klas II Serang atas kasus korupsi pembangunan dermaga (trestle) Pelabuhan Kubangsari, Kota Cilegon tahun 2009 lalu.

Tiba di Masjid Nurul Ikhlas sekitar pukul 11.00 WIB, ayah dari calon Wali Kota Petahana Tb Iman Aryadi ini, langsung mendapat sambutan yang meriah dari ratusan masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon yang antusias menunggu kedatangan Aat sejak pagi.

Aat yang datang dengan mendapat pengawalan ketat dari personil Kepolisian, Satpol PP dan sejumlah orang yang mengenakan pakaian serba hitam, langsung menuju aula Masjid untuk melakukan salat dan syukuran bersama keluarga dan masyarakat atas kebebasannya tersebut.

BACA :  Pengakuan Pasien Jiwa Picu Amarah Warga

Prosesi penyambutan terhadap mantan Wali Kota Cilegon dua periode tersebut juga membuat arus lalu lintas di jalur protokol mengalami kemacetan dari arah Cilegon menuju Merak dan Sebaliknya.

Setelah melakukan serangkaian acara, Aat langsung berpamitan kepada warga untuk melanjutkan perjalanan menuju kediamanya di lingkungan Barokah, Kelurahan Jombang Kecamatan Jombang Wetan. Tidak ada keterangan yang diberikan Aat kepada awak media atas kebebasannya tersebut.

Untuk diketahui, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Serang, 7 Maret 2013 telah menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan terhadap Aat Syafaat. Ketua DPD II Partai Golkar Cilegon ini terbukti melakukan korupsi pembangunan Dermaga Kubangsari, Cilegon, pada tahun 2009. Selain hukuman badan, Aat juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp400 juta dan diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp.7,5 Miliar.

BACA :  Gubernur Banten Berang Ditanya Wartawan soal Anaknya yang Dilaporkan ke Bareskrim

Aat dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Jhonny Husban selaku PPK proyek dan Lizma Imam Riyadi (almarhum), Direktur PT Baka Raya Utama (BRU) selaku kuasa dari Supadi, Direktur PT Galih Medan Perkasa (GMP) sebagai pemenang lelang.

Vonis yang diberikan kepada Aat lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK, yang meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman penjara selama 6 tahun serta denda Rp.400 juta dan diharuskan membayar uang pengganti Rp.7,5 Miliar

Aat melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.(Nda)

BACA :  Gara-gara Virus Corona, Imigrasi Kota Tangerang Keluarkan Kebijakan Perpanjang Izin Tinggal Darurat untuk WNA China



Terpopuler