Connect with us

METROPOLITAN

Dinsos Pandeglang Akui Masih Kesulitan Tangani Gepeng

Published

on

Banten Hits – Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang masih kesulitan dalam menagani permasalahan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng). Pasalnya, Pemkab setempat belum mempunyai fasilitas gedung sebagai tempat dalam menanggulangi anjal maupun gepeng.

 

Dinas Sosial juga tidak mengetahui, jika selama ini ada sejumlah anak-anak yang berasal dari Pandeglang ke luar Kota sebagai anjal maupun gepeng.

“Saya tidak tahu kalau selama ini ada anak-anak Pandeglang yang ngamen ke daerah lain. Karena, di Pandeglang hal itu tergolong sedikit sekali,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Pandeglang Tubagus Mista Mahfudzi kepada wartawan, Jumat (18/12/2015).

Menurutnya jika keberadaan anjal dan gepeng dari Pandeglang berada di wilayah Serang dianggap masalah, seharusnya Pemkot/Pemkab Serang melakukan koordinasi dengan Pemkab Pandeglang, kemudian barulah pihaknya akan melakukan langkah-langkah penelusuran.

BACA :  Juara di Lebak, Pelajar SmanTi Rangkasbitung Melenggang ke LCC Banten

“Kalau hal itu dianggap masalah, harusnya Pemkot atau Pemkab Serang lakukan inisiatif koordinasi. Tetapi sampai saat ini belum ada koordinasi. Kecuali gini, saat Pemkot atau Pemkab merazia, mereka data lalu disampaikan ke Pemkab. Dengan begitu, Dinsos bersama instansi terkait dapat melakukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Terkait dengan penanganan anjal dan gepeng di wilayah Pandeglang, Mista mengaku hingga saat ini kendala yang dihadapi adalah soal pembiayaan. Sampai saat ini, Pemkab Pandeglang baru memberikan pembinaan keterampilan kepada 16 anak penyandang sosial.

“Selama ini kita hanya beri pembinaan keterampilan. Tetapi itu pun hanya 16 anak dan kita masih menunggu hasil rekap jumlah penyandang sosial di Pandeglang,” imbuhnya.(Nda)

BACA :  Penggerebekan, Satu Ditangkap saat Produksi



Terpopuler