Connect with us

METROPOLITAN

LPA Kecam Kasus Pemerkosaan Anak di Pandeglang yang Berujung Damai

Published

on

Banten Hits – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten mengecam, adanya proses damai terhadap kasus pemerkosaan yang menimpa RS (15) di wilayah Kabupaten Pandeglang, Sabtu (6/1/2016).

 

“Informasi terakhir, proses dugaan kejahatan seksual yang menimpa RS, anak yang masih di bawah umur berujung damai, dan pencabutan laporan oleh pihak korban, dengan imbalan puluhan juta rupiah,” kata Ketua LPA Banten Iip Syafrudin.

Kata Iip, jika benar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pandeglang menghentikan kasus tersebut, dengan alasan adanya pencabutan laporan keluarga korban, maka hal tersebut sangat mencederai hak anak

“Kasus anak sebagai korban kejahatan seksual yang saat ini sedang santer di berbagai daerah, akan semakin tinggi kasusnya. Kenapa? Karena ada anggapan, kasus semacam ini akan selesai dengan ganti rugi berupa materi saja dari pelaku,” terang Iip.

BACA :  Warga Miskin di Serpong Capai 2.400 Orang

Menurutnya, sex dengan anak adalah suatu kejahatan yang tidak bisa ditolelir hanya dengan dasar pencabutan laporan. Terlebih, pada kasus yang menimpa RS dianggap suatu kejadian yang luar biasa, lantaran pelaku yang berjumla 5 orang orang tersebut menyetubuhi korban yang masih di bawah umur secara paksa.

“Kami berharap besar dan tegas kami katakan, aparat Kepolisian harus tetap melanjutkan kasus ini, karena ini adalah delik biasa yang suatu perkaranya bisa diproses tanpa ada persetujuan dari yang dirugikan (korban-red), dimana itu diatur dalam UU No. 23 tahun 2002, sebagaimana diubah dalam UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, pasal 81-82,” beber Iip.

Lebih lanjut Iip mengatakan, LPA Banten dan LPA Pandeglang, sebagai lembaga yang concern pada upaya-upaya perlindungan terhadap anak, akan terus memantau perkembangan kasus tersebut.

BACA :  Puskeswan Jombang Siapkan Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan

Untuk diketahui, kasus pemerkosaan yang menimpa RS terjadi di dua lokasi, yakni di Kecamatan Panimbang, di kawasan Pantai Kerang, dan di bangunan sarang burung walet di Desa Mekarsari. RS diperkosa oleh AR bin H Ay yang tak lain adalah pacarnya sendiri. AR tak hanya sendiri, ia tega memperkosa RS bersama empat orang temannya. Sebelum diperkosa, RS terlebih dahulu dicekoki dengan minuman keras jenis ciu di Pantai Kerang. Dari lokasi tersebut, RS dibawa ke bangunan sarang walet milik keluarga pelaku, dan kembali digilir untuk kedua kalinya. Keesokan harinya, pelaku baru mengantarkan RS ke sebuah gang dekat rumahnya.(Nda)



Terpopuler