Connect with us

METROPOLITAN

Dicekal di Lebak, Pengurus Gafatar Akan Pindah ke Kalimantan

Published

on

Banten Hits – Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak pernah mencekal segala bentuk aktivitas yang dilakukan Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Pencekalan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2015 tentang larangan aktivitas penganut, anggota dan atau pengurus jemaat organisasi yang aktif dalam bidang sosial tersebut. (BACA: Pemkab Lebak Resmi Larang Aktivitas Gafatar).

Pasca pencekalan tersebut, Ketua DPK Gafatar Lebak Abdul Aziz yang mengaku sudah keluar dari organisasi tersebut akan pindah ke daerah Kalimantan.

“Saya berani bertanggung jawab, sekarang saya sudah keluar dari Gafatar,” tegas Aziz, dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Lebak saat menyambangi kediamannya, Jumat (15/1/2016). (BACA: Begini Isi Larangan Pemkab Lebak Terkait dengan Aktivitas Gafatar).

BACA :  Kuasa Hukum Minta Hakim Bebaskan Axel Thomas

Menurutnya, para anggota dan pengurus Gafatar Lebak sudah membubarkan diri setelah adanya pencekalan oleh Pemkab Lebak, Agustus 2015 lalu.

“Ya, kami sudah membubarkan diri pada bulan Agustus lalu,” ucapnya. (BACA JUGA: Sudah Dicekal, Pemkot Tangsel Tetap Awasi Gafatar).

Aziz mengatakan, kepindahan dirinya ke Kalimantan tidak ada kaitannya dengan organisasi Gafatar. Pengakuannya, ia hanya akan mengunjungi saudaranya yang berada di Kalimantan dan Jambi.

“Saya sudah tidak ada kaitannya lagi dengan Gafatar, saya akan tetap bearngkat ke Kalimantan dan Jambi untuk mengunjungi saudara-saudara saya yang ada disana. Bertani di daerah Melawi bareng-bareng dengan saudara,” tuturnya.

Saat ditanya Wakil Bupati Ade Sumardi tentang program apa yang akan dilakukan Aziz, dirinya kembali menegaskan tidak ada program apapun.

BACA :  TMMD 101, Pengerasan Jalan Cimanyangray-Parakanlima dan Gorong-gorong Hampir Rampung

“Tidak ada program apa-apa, saya cuma mau cari ketenangan hidup, karena di sini sudah enggak nyaman, banyak yang tidak suka,” pungkasnya. (BACA JUGA: Lapesdam NU Minta Pihak Terkait Telusuri Kebenaran Aktifitas Gafatar di Pandeglang).

Untuk diketahui, Kabupaten Melawi merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Kepolisian Resort (Polres) Melawi saat ini tengah menelusiri warga pendatang di Desa Pelempai Jaya, Kecamatan Ella Ilir, yang diduga sebagai anggota Gafatar.

Dilansir dari tribunnews.com, Kabag Ops Polres Melawi Kompol Alfan mengaku, pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi tersebut untuk menyelidiki lebih jauh aktivitas masyarakat pendatang di sana.

“Kita sudah turunkan tim untuk menyelidiki aktivitas mereka, apakah ada menyebarkan ajaran-ajaran atau pengaruh negatif kepada setempat,” terang Alfan, Rabu (13/1).

BACA :  Tolak Taksi Online, Puluhan Sopir Angkot 'Kepung' Puspemkot Tangerang

Saat berita tersebut ditulis, Polres Melawi belum mendapat informasi lebih lanjut soal aktifitas masyarakat di wilayah tersebut.

“Mereka inikan datang bertahap, memang ada beberapa orang yang ada di sana, katanya di sana disediakan mes mereka disuruh bertani dalam rangka mendukung program ketahanan pangan,” ungkapnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler