Connect with us

METROPOLITAN

Dugaan Korupsi PT BGD, Kejati Banten Periksa Franklin Paul Nelwan

Published

on

Banten Hits – Kejaksaan Tinggi Banten meneruskan penelusuran kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Banten Global Development (BGD). Pihak Kejati melakukan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Keuangan BUMD milik Banten tersebut, Franklin Paul Nelwan, Kamis (21/01/2016).

Paul diperiksa dalam kaitan dugaan tindak pidana korupsi di PT BGD yang berlangsung sejak awal berdirinya badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut beberapa tahun yang lalu.

Salah satu materi yang didalami dalam penyelidikan adalah terkait kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan bisnis, yakni berupa kerja sama operasi (KSO) atau menanamkan modal kepada sejumlah perusahaan, yang mengakibatkan kerugian uang perusahaan yang berasal dari APBD Banten tak kurang dari Rp 20,3 miliar.

BACA :  PGRI Usul Insentif Guru di Kota Tangerang Naik

Adapun KSO-KSO dimaksud, adalah KSO batching plant dengan investasi Rp 1 miliar, KSO cargo (tidak diketahui nilai investasinya) dan tujuh KSO briket yang bermasalah. Ketujuhnya masing-masing, KSO briket kayu Rp 10 miliar, KSO batu split Rp 1,12 miliar, KSO slag steel Rp 1,4 miliar, KSO kapal tongkang Rp 2,5 miliar, KSO pasir laut Rp 1 miliar, KSO tanah Rp 4 miliar, dan KSO tambak udang Rp 364.582.325.

Menurut Kasi Penkum Kejati Banten Holil, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Franklin Paul Nelwan. 

“Iya benar. Kita masih melakukan pendalaman,” terangnya kepada wartawan, ditemui di Kantor Kejati Banten, Kamis (21/1/2016).

Franklin Paul Nelwan menjalani pemeriksaan pagi ini, dan baru meninggalkan Kantor Kejati sekira pukul 14.00 WIB. Franklin tidak datang sendiri. Selain, Franklin juga ada staf direksi dari PT BGD bernama Meta yang juga dimintai keterangannya.

BACA :  Pemilik Akun Facebook yang Dibajak untuk Posting Ujaran Kebencian Terima Banyak Ancaman

Untuk diketahui, Franklin sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT BGD. Ia ditunjuk untuk menggantikan Ricky Tampinongkol yang diberhentikan dari jabatannya. Ricky diberhentikan sejak dirinya tersangkut perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) Suap Bank Banten kepada pimpinan dewan DPRD Provinsi Banten. (Rus)



Terpopuler