Connect with us

METROPOLITAN

Bentuk Tim, UIN Ciputat Selesaikan Fakultas yang Diduga Bodong

Published

on

Banten Hits – Munculnya dugaan Fakultas tak berizin alias bodong di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berlokasi di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berujung ancaman dari para orang tua mahasiswa yang akan menempuh jalur hukum.

Pasalnya, sebanyak 78 mahasiswa Fakultas Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL) di kampus Negeri tersebut tersebut terpaksa menganggur lantaran program studi (prodi) jurusan Teknik Geologi, Pertambangan dan Perminyakan belum mengantongi izin operasional dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi(Kemenristek dan Dikti)

Menyikapi hal tersebut, Rektor UIN Dede Rosyada segera membentuk Tim Penyelesaian Proses Pembukaan Fakultas Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL). (BACA: Fakultas Diduga Bodong, UIN Ciputat Dituding Tipu Mahasiswa)

BACA :  7 Ribu Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Pandeglang, Polisi Didesak Beri Teguran Keras

Pada 27 Januari 2016, pihak UIN telah melakukan audiensi atas masalah tersebut ke Menristek dan Dikti, Muhammad Nasir. Hasilnya, akan segera dikeluarkan izin pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan pada Fakultas Sains dan Teknik UIN Syarif Hidayatullah.

“Prodi ini untuk mewadahi mahasiswa Teknik Geologi, Pertambangan dan Perminyakan. Proposal izin pembukaan program studi secara legal sudah dalam tahap kebijakan dua menteri terkait yakni, Menteri Agama serta Menteri Ristek dan Dikti,” kata Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Abdul Hamid, dalam siara pers yang diterima awak media, Jumat (12/2/2016). (BACA: Soal Fakultas yang Diduga Bodong, UIN Sebut Sudah Tempuh Jalur Resmi)

Hingga saat ini, pimpinan‎ UIN masih melakukan upaya-upaya penyelesaian perizinan Prodi ke Kementerian-kementerian terkait.

BACA :  PB Malnu Menes Sayangkan Peringatan HSN Digelar di Dua Tempat, Bupati Irna: Kalau Perlu Tiap Desa

“Semua penjelasan terkait simpang-siurnya pemberitaan selama ini,” terang Hamid.

“Pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2015-2019 mengambil kebijakan untuk tidak menerima mahasiswa baru,” jelasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler