Banten Hits – Puluhan siswi sebuah SLTP di Kota Serang, menjadi korban pencabulan AJ (54), guru kesiswaan dan pembina pramuka di sekolah tersebut. Pelaku mengiming-imingi korban dengan hadiah dan mengancam akan menurunkan nilai korban jika tak mengikuti kemauannya.
(BACA: Ini Modus Guru SMP yang Cabuli Puluhan Siswi di Kota Serang)
Untuk melindungi siswa dan mencegah supaya peristiwa tersebut tak terulang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengeluarkan kebijakan, sekolah harus melaksanakan kegiatan ekstra kulikuler (ekskul), seperti pramuka, olahraga, dan lainnya pada jam belajar formal.
Menurut salah satu orangtua murid yang tidak bersedia disebutkan namanya, AJ sudah sejak lama melakukan hal tersebut. Namun kasus tersebut terbongkar ketika salah satu korban mengadu bahwa dirinya diperlakukan tak senonoh ketika mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka di sekolah.
(BACA: Guru SMP di Kota Serang Cabuli Puluhan Siswi)
Akhirnya, keluarga korban memancing AJ. Saat AJ melakukan tindakan pencabulan, orangtua korban yang dibantu warga langsung mengamankan alat bukti dan mengarak AJ menuju Mapolres Serang.
“Kami tidak terima, makanya kami laporkan ini ke pihak guru. Setelah diselidiki oleh guru ternyata korbannya tidak hanya anak saya, tapi masih banyak yang lainnya,” ujarnya di Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Serang, Senin (15/2/2016).(Rus)