Connect with us

METROPOLITAN

LPPNNU Banten Kecam Eksplorasi Minyak M3nergy Gamma

Published

on

Banten Hits – Izin eksplorasi minyak M3nergy Gamma di perairan Pantai Cikeusik dan Binuangeun, tepatnya di Pulau Tinjil yang direkomendasikan Pemkab Pandeglang ke Provinsi Banten dan pemerintah pusat, dikecam Lembaga Pengembangan  Pertanian dan Nelayan Nahdatul Ulama (LPPNNU) Provinsi Banten. 

Ketua LPPNNU Banten Lukmanul Hakim menilai, rekomendasi Pemkab Pandeglang menunjukkan pemimpin di Kabupaten Pandeglang tidak cinta terhadap rakyatnya.

“Bagaimana pun nelayan harus dilindungi. Dengan pemkab memberikan rekomendasi, itu sudah tidak menunjukkan ketidakcintaan pemimpin terhadap rakyatnya, karena dengan eksploitasi itu secara tidak langsung hak nelayan terusik,” kata Lukman kepada Banten Hits, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, apapun dalih pemerintah, baik provinsi dan pusat memberikan izin terhadap eksploitasi itu, pemerintah tidak mengindahkan ekologi lingkungan hidup dan menghancurkan tatanan ekomoni masyarakat.

“Maka dari itu, pemerintah goblog dan investor mengikuti kegoblogannya itu. Kami berharap pemerintah harus mengkaji ulang perizinan eksploitasi minyak tersebut,” tegasnnya.

Lukmanul Hakim juga menegaskan, LPPNNU akan terus berada di barisan terdepan perjuangan rakyat dengan melakukan berbagai upaya untuk melindungi para nelayan. LPPNNU Banten juga akan mendesak supaya pemerintah mengkaji ulang perizinan eksploitasi minyak di perairan perbatasan Kabupaten Pandeglang dan Lebak itu.

“Cara apapun kami akan tempuh demi kemaslahatan para nelayan di perairan pulau tinjil!” tegasnya.

Terkait aktivitas M3nergy Gamma ini, pejabat di lingkup Pemkab Pandeglang saling lempar tanggungjawab, bahkan pucuk pimpinan di Kota Santri itu tak satu suara soal eksplorasi minyak di Pulau Tinjil itu.

(BACA: Dinas di Pandeglang Saling Lempar Tanggungjawab soal Eksplorasi M3nergy Gamma)

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mengatakan, dirinya sebagai kepala daerah telah merekomendasi ekspolitasi minyak di perairan laut lepas perbatasan Kabupaten Pandeglang dan Lebak itu.

“Perizinannya dari provinsi sedangkan saya hanya memberikan rekomendasi saja,” kata Erwan kepada Wartawan, Selasa (16/2/2016).

Namun pernyataan Erwan ini bertolak belakang dengan yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany. Dia mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait aktivitas pengeboran minyak tersebut.

(BACA : Bupati dan Sekda Pandeglang Tak Satu Suara soal Eksplorasi M3nergy Gamma)

“Kita belum mendapatkan informasi soal itu, dan sebelumnya juga  belum ada (koordinasi),” ujar Aah.(Rus)

Trending