Connect with us

METROPOLITAN

Petani Keluhkan Pengurukan Lahan Puspemkab Serang

Published

on

Banten Hits – Warga yang sehari-harinya bekerja sebagai petani mengeluhkan proyek pengurukan lahan untuk digunakan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, di Desa Keserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Pasalnya, kegiatan tersebut mengakibatkan tertutupnya saluran air yang mengairi area persawahan yang berada di Desa Cisait, Kecamatan Kragilan. Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung satu bulan. Para petani khawatir, akibat hektaran sawah yang terendam air menyebabkan gagal panen.

Masirah (60) salah seorang petani di Desa Keserangan mengatakan, akibat urukan tersebut saluran air sawah menuju kali besar tertutup.

“Ada urukan, air hujan tambah banyak. Enggak gak ada pembuangan air,” kata Masirah kepada wartawan, Jumat (19/2/2016).

Akibat areal persawahan yang satu bulan terakhir terendam, besar kemungkinan akan mengalami gagal panen.

“Dulu ada irigasi enggak pernah kebanjiran, sekarang aja banjir pas urukan tanah Puspem itu,” keluhnya.

Senada dengan Masirah, Mastura (45) warga lainnya menuturkan, jika mayoritas mata pencaharian masyarakat di wilayah tersebut adalah petani.

“Mata pencarian masyarakat di sini tani, kalau sawahnya terendam dan gagal panen kagak bisa makan,” ketusnya.

Mastura mengharapkan, Pemerintah Kabupaten Serang agar bisa membuatkan saluran irigasi agar air bisa kembali berjalan normal.

Sementara itu, Kepala Desa Cisait justru mengaku, belum mengetahui masalah tersebut. Namun, pihaknya akan melapor kepada Dinas Pertanian agar petani yang mengalami kerugian bisa mendapatkan bantuan.

“Saya baru tahu, soalnya belum ada laporan dari warga. Nanti kita tinjau dulu dan kita koordinasikan dengan Dinas Pertanian,” pungkasnya.(Nda)

Trending