Connect with us

METROPOLITAN

Dinas Pendidikan Cilegon sebut Wellingtone English Courses Bodong

Published

on

Banten Hits – Dinas Pendidikan Kota Cilegon mengaku, tak memiliki data apapun tentang tempat kursus bahasa Inggris Wellingtone English Courses.

“Kita sudah cek malah tidak ada sama sekali alamat kursus bahasa Inggris di Jombang Kali itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Cilegon Muhtar Gozali saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut Muhtar, sebuah lembaga kursus seharusnya dilengkapi dengan dokumen lembaga pendidikan sebelum melakukan aktivitas jasa kursus yang akan ditawarkan. Namun kata dia nama lembaga kursus tersebut tak satupun memiliki keabsahan dokumen yang seharusnya tercatat di Dinas Pendidikan.

“Kalau tidak terdaftar ya itu bodong. Yang namanya lembaga kursus pasti ada dokumennya, ini setelah kita cek malah tidak ada. bahkan kalau ada yang mendaftar ke kita, kita selalu cek lokasi. Tetapi ada juga yang bermodus seperti itu, makanya kita minta agar siswa bisa hati-hati dengan tawaran-tawaran kayak gitu, jangan langsung percaya,” paparnya.

BACA :  Enam Lurah di Tangsel Diduga Jadi Pengurus Golkar, Ini Nama-namanya

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di Jalan Pangeran Antasari, Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang yang dijadikan sebagai alamat kursus mengaku sudah beberapa bulan tidak melihat adanya akktifitas apapun.

“Emang banyak yang nanya tempat kursus di belakang kantor travel, tapi saya enggak tahu persis. Kata orang di sini, itu sudah tutup dari lima bulan lalu,” tutur Nurfitri salah seorang warga kepada wartawan.

Hal yang sama juga diutarakan Lili, seorang penjual siomay yang biasa berjulan tak jauh dari bedeng kantor Wellingtone. Ia mengatakan, bila jauh sebelumnya memang terdapat aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh Keluarga Mulhadi, namun belakangan keberadaan Mulhadi dan keluarganya tidak diketahui.

BACA :  Olah Sukun Jadi Mi, Pelajar Asal Lebak Raih Perak di OPSI 2018

“Waktu itu emang ada yang kursus, anak saya juga mau kursus disitu. Tapi udah lima bulan lalu, dia sudah pindah sama istri dan anaknya,” katanya.

Namun, sekitar sebulan lalu ia masih sempat bertemu dengan Mulhadi di daerah kavling. Lili tidak mengetahui jika teranyata banyak siswa SMA yang menjadi korban dari penghuni kamar nomor dua dari depan bedeng tersebut.

“Terakhir liat dia lihat wara-wiri di kavling. Tapi saya enggak tahu kalau dia itu menipu kayak gitu. Orangnya sering keluar masuk dan tertutup,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa SMAN 1 Pandeglang diduga menjadi korban penipuan dengan modus menawarkan jasa kursus bahasa internasional tersebut.

BACA :  P2TP2A Minta Anggota DPR Dorong Keberadaan Rumah Singgah di Lebak

Informasi yang diperoleh, pada Oktober 2015 lalu, 20 siswa sudah memberikan uang pendaftaran sebesar Rp850 ribu agar bisa kursus bahasa Inggris di Wellingtone English Courses yang ditawarkan melalu brosur yang dibagikan.

“Daftarnya bulan Oktober, pihak dari lembaga kursus itu ke sekolah menawarkan kursus bahasa Inggris melalui brosur. Saya daftar dan berikan uang Rp850ribu,” kata Rizka salah seorang siswa kepada wartawan.

Namun, sejak proses pendaftaran dilakukan, hingga kini tak ada kejelasan kapan aktifitas belajar akan dilakukan. Rizka dan siswa lainnya sudah menghubungi Mulhadi, salah seorang yang dianggap penanggung jawab di lembaga tersebut. Sayang, berbagai alasan kerap dilontarkan Mulhadi.

“Waktu kita telepon, dia malah banyak alasan ini itu lah,” jelasnya.(Nda)



Terpopuler