Connect with us

Pemkot Tangerang

Arief Ajak AP II Duduk Bareng soal Perimeter Bandara Soetta

Published

on

Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyarankan solusi bersama sebagai pemecahan masalah kemacetan di sekitar Perimeter Bandara Soekarno Hatta. Menurutnya, baik pihak Angkasa Pura, Kepolisian dan Pemerintah Kota Tangerang harus dapat duduk bersama memberikan saran dan masukan yang solutif terhadap masalah ini. 

Tanggapan Walikota tersebut terkait banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di sekitar Parimeter termasuk kecelakaan yang baru-baru ini menimpa putra Gubernur Banten Rano Karno.

“Inikan kalau kita main salah-salahan, ya enggak bakalan ketemu solusinya,” ujarnya saat meninjau TPA Rawa Kucing, Kamis (10/03/2016).

“Beberapa waktu yang lalu kan kita kirim surat ke pengelola Bandara (Soetta) terkait dengan rencana pemberlakuan satu arah di Jalan Perimeter yang menuju Bandara. Kita ingin sebelum dilakukan satu arah pihak pengelola bisa menyediakan dulu sarana penunjangnya, sehingga masyarakat yang melewati juga bisa nyaman dan tidak merasa dirugikan. Bukan berarti kita menolak,” terangnya.

“Kita inikan sama-sama mengabdi buat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Harusnya bisa memberikan solusi. Yang ada aja belum beres, itukan yang di Rawa Bokor masih macet aja akibat penutupan M1,” sambungnya lagi.

Menurut Arief, pihaknya dulu pernah menawarkan solusi bersama supaya akses ke Bandara nyaman dan jalan penghubung ke Kota Tangerang tidak macet.

“Sebelum M1 dulu ditutup, kan kita juga sudah ingatkan buat dulu sarana pendukungnya, lampu penerangan jalannya atau median jalannya dibikin garis lurus biar orang enggak saling mendahului. Namun tahu sendiri, akhirnya kan banyak kejadian kecelakaan. Anehnya pemkot yang disalahin. Padahal kita sudah kasih solusi ke mereka. Sekali lagi saya tegaskan. Ayolah kita bareng-bareng bersinergi buat kepentingan masyarakat kita,” tegasnya.

Pada 25 Februari 2016, Wali Kota Tangerang mengirimkan surat kepada Senior Manager PT Angkasa Pura II terkait penundaan rencana uji coba aksebilitas Jalan Perimeter. Surat yang juga ditembuskan ke Menteri Perhubungan tersebut berisi antara lain permintaan Wali Kota untuk memasang barrier, menambah pita penggaduh dan juga rambu-rambu peringatan, serta rambu pembatas kecepatan untuk keselamatan pengendara sebelum diterapkannya kebijakan satu arah di Jalan Perimeter.(Humas Pemkot Tangerang)

 

Trending