Connect with us

METROPOLITAN

Pernah Jadi Korban Begal, Jagal Ayam di Tangerang Ditemukan dengan Mulut Mengeluarkan Busa

Published

on

Banten Hits – Setelah terlihat tengah membonceng pria tak dikenal, M. Hasan Ali (42) ditemukan warga tergeletak tak sadarkan diri, dengan kondisi mulut mengeluarkan busa, Jumat (11/3/2016).

Diduga, busa yang keluar dari pria yang bekerja sebagai seorang tukang jagal ayam ini akibat over dosis dari obat bius yang dicekoki pelaku yang mengincar sepeda motor milik Hasan.

Kejadian yang menimpa warga Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang tersebut terjadi usai ibadah salat Jumat. Sisi salah seorang keluarga korban menuturkan, warga sempat melihat Hasan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z bernopol B 3540 NII miliknya dengan membonceng seorang pria.

“Dia cuma lewat. Warga enggak kenal siapa pria yang dibonceng itu,” kata Sisi.

BACA :  Petani di Bojong Pandeglang Butuh Akses Jalan Memadai Menuju Persawahan

Tak lama setelah itu, Hasan yang diduga sudah dihipnotis dan dicekoki obat bius tersebut dibuang di pinggir jalan, tepatnya di depan MTs Al Fitroh, tak jauh dari rumahnya.

“Waktu ditemukan warga, dia sudah pingsan dan dari mulutnya bengeluarkan busa,” ujarnya.

Mendapat informasi tentang suaminya, sang istri, Amah, langsung datang ke lokasi. Dibantu warga, Amah membawa suaminya ke RSU Kota Tangerang.

“Kondisinya buruk, masih belum sadar,” terang Amah.

Ia mengungkapkan, kejahatan yang dialami suaminya ini bukan yang kali pertama terjadi. Tiga bulan lalu, Hasan yang pulang tengah malam juga pernah dibegal di Bypass Jalan Jend Sudirman oleh para pelaku yang berjumlah enam orang.

BACA :  Keluarga Syok Lihat Kondisi Dede Yeti TKI Asal Lebak yang Koma Dua Tahun di Arab Saudi

“Waktu itu pelakunya ngancam pakai golok. Karena enggak ngelawan, suami saya selamat. Cuma motor aja yang dibawa kabur,” katanya.

Amah mengaku akan melaporkan kejadian yang kembali menimpa suaminya tersebut ke Polsek Cipondoh, agar kasus tersebut diproses dan pelaku yang meresahkan warga tersebut bisa ditangkap.

“Kita mau lapor ke Polsek, sudah sering terjadi dan meresahkan,” pungkasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler