Connect with us

METROPOLITAN

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Lebak Malah Mentok Bukit

Published

on

Banten Hits – Jembatan non permanen penghubung Desa Buyut Mekar, Kecamatan Maja dengan Desa Cidadap, Kecamatan Curug Bitung, Kabupaten Lebak, tak digunakan warga. Pasalnya, ujung jembatan yang dibangun dana APBD Lebak 2015 ini, malah mentok ke bukit bukan permukiman warga.

Suhromi, salah seorang pemerhati pembangunan di Kabupaten Lebak mengatakan, pembangunan jembatan ini diduga tak disesuaikan dengan kebutuhan warga. Selain lokasinya jauh dari permukiman, warga hanya sewaktu-waktu menggunakan jembatan tersebut. Itu pun hanya warga yang hendak berkebun.

Menurut Suhromi, pembangunan jembatan non permanen tersebut dinilai hanya menghamburkan anggaran saja, sebab dengan anggaran Rp 500 juta yang diambil dari APBD tahun 2015 lalu ini, belum bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

BACA :  Bupati Iti Jayabaya dan Jajaran Tiba-tiba Jalani Tes Swab saat Kasus Covid-19 di Lebak Meningkat, Ada Apa?

“Sempat kroscek kepada warga setempat pada Januari 2016 lalu, dan banyak yang mengatakan bahwa jembatan itu jauh dari perkampungan warga karena  merupakan batas desa dan kecamatan. Sangat jarang warga melintas ke lokasi ini terkecuali mempunyai tujuan tertentu misalnya mau pergi ke kebun,” ujar Suhromi di Rangkasbitung, Sabtu (19/03/2016).

Menurutnya, DBM seharusnya bisa sedikit lebih cerdas dalam menentukan lokasi pembangunan. Sebab di Kabupaten Lebak ini masih banyak jembatan yang masih dalam keadaan rusak dan jelas membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

“Masa iya ada jembatan yang ujungnya mentok pada bukit, tidak ada akses jalan, untuk apa dibangun jembatan tersebut kalau tidak bisa dimanfaatkan oleh warga,” tukasnya.

BACA :  Ingin Bangun Dapur Pengelolaan Limbah B3 di Maja, Pemkab Lebak Butuh Dana Rp20 Miliar

Terkait pembangunan jembatan itu, Kabid Program Dinas Bina Marga (DBM) Kabupaten Lebak Irfan berkilah, jembatan itu merupakan usulan hasil Musrenbangdes yang diajukan oleh pihak pemerintah desa setempat dengan proposal usulan kepada Dinas Bina Marga.

“Saat itu pihak desa yang mengajukan proposal untuk membangun di lokasi tersebut. Memang tidak ada jalan akses awal dan ujung jembatannya mentok di ujung tanah tebing. Tapi pihak desa saat itu berjanji akan membangun akses jalan terusannya yang dibiayai dari anggaran desa, makanya usulan pembanguan jembatan itu kita realisasikan karena desa mau membangun jalan tembusnya, ” ujar Irfan.

Jembatan tersebut, kata Irfan, dibanguan dengan bentangan panjang lebih kurang 45 mete dan lebar 1,20 cm. Jembatan itu hanya untuk dilalui pejalan kaki dan bukan untuk kendaraan,” pungkasnya. (Rus)

BACA :  CCTV Hanya Rekam Penampakan Hitam, Rp 330 Juta dalam ATM BCA di Alfamart Kranggot Cilegon Raib Digondol Maling



Terpopuler