Connect with us

METROPOLITAN

Siswa dan Mahasiswa di Tangsel Adu Kreatif Teknologi Tepat Guna

Published

on

Banten Hits – Apa jadinya jika selasar Mal menjadi tempat pameran teknologi tepat guna karya siswa SMA/SMK dan mahasiswa. Setidaknya, ada 50 peserta mengikuti lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Tangerang Selatan yang digelar di Mal Teras Kota BSD, Serpong, selama tiga hari kedepan.

Kegiatan yang dibuka langsung Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany ini juga dihadiri Kepala BPPMPKB Afendi, Staf Ahli Bidang pemerintahan Chaerul Saleh, perwakilan dari Puspiptek, BPPT dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Dalam sambutannya, Airin mengatakan, kegiatan tersbeut sangat penting bagi kemajuan Kota Tangsel sebagai kota cerdas dan modern. Menurutnya, inovasi dari para peserta dapat dimanfaatkan masyarakat.

BACA :  Lagi, Korban Tenggelam di Pintu Air 10 Ditemukan

“Teknologi tepat dan inovasi dari peserta diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Airin.

Airin mengungkapkan, tahun lalu Kota Tangsel mampu menorehkan prestasi saat mewakili Provinsi Banten dalam lomba TTG tingkat nasional di Aceh. Saat itu, Tangsel berhasil menjadi juara dua.

“Prestasi ini harus dipertahankan. Kalau bisa lebih baik lagi,” pintanya.

Untuk itu lanjut Airin, Pemkot Tangsel mendorong agar pendidikan teknologi lebih ditingkatkan. Di Kota Tangsel, terdapat Puspiptek dan BPPT yang dapat membantu peserta menciptakan tehnologi baru.

“Puspiptek dan BPPT bisa kita lakukan kerjasama untuk menciptakan inovasi baru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPPMPKB Kota Tangsel Afendi menuturkan, inovasi-inovasi seperti ini diharapkan mampu menghadapi MEA, terutama bersaing dengan negara lain dalam hal inovasi teknologi.

BACA :  Sandera Manajemen PT Indonesia Power, Kawanan Teroris Dibekuk TNI

“Teknologi yang ditampilkan dari peserta harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu juri, Suramin Diro menjelaskan, penilaian dari tim juri mencakup aspek akademis, substansi, lingkungan, pemanfaatan, tehnik serta ekonomi.

“Bobot penilaian akademis 50 persen, kreatifitas 20 Persen, presentasi 10 persen. Untuk kreatif Tangsel sudah bagus,” terang juri dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) ini.

Inovasi yang ditampilkan diantaranya, security house system dari SMAN 3, Portable Baby & Infant Transporter dari SMK Darma Karya Pamulang, CPU Mobile dari SMK Pustek Serpong Utara, Snapback dari SMA Pembangunan Jaya Pondok Aren.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler